BeritaLampung Selatan

Siswi Kelas VII Tak Mau Sekolah Usai Dugaan Bullying di MTsN Kalianda, Orang Tua Angkat Bicara

PANTAU LAMPUNG- Dugaan aksi bullying oleh sekelompok siswa terhadap salah seorang siswi terjadi di Madrasah Tsanawiyah Negeri (Mts N) Kalianda, Lampung Selatan. Korbannya berinisial R, siswa kelas VII, warga Jln. Cinta, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.

Peristiwa tersebut terjadi Jumat, 21 Agustus 2006 di salah satu ruang kelas di sekolah yang beralamat di jalan lintas Sumatera, tidak jauh dari rumah dinas bupati Lampung Selatan. Akibat kejadian R, mengalami ketakutan dan tidak mau berangkat sekolah sebelum ada penyelesaian persoalan itu.

Tidak cuma itu, beberapa siswa itu juga mengirim pesan dengan kata-kata tidak senonoh dan tidak lazim sebagian lagi bernada ancaman.

Dari informasi yang di dapat pada hari kejadian siswa berpakaian training olah raga. Saat itu salah seorang siswa mempeloroti celana traning R. Tidak terima diperlakukan seperti itu, R lalu membalas, namun celakanya justru beberapa siswa lain malah ikut mempeloroti celana yang di kenakan R.

,”Waktu saya balas peloroti, malah teman-temanya , dari arah peloroti celana saya, hingga hampir sedengkul,” membenarkan kejadian itu

Huri (37), orang tua R baru mengetahui kejadian itu setelah R mengatakan tidak mau sekolah dan minta pindah sekolah. Setelah di desak akhirnya R menceritakan apa yang dialami putrinya di sekolah. “Saya langsung telpon salah seorang guru sekolah. Tadi (Sabtu, 22 Agustus 2026) saya di undang pihak sekolah,,” ujar Huri .

Namun Huri menyesalkan hanya pihaknya saja sebagai orang tua/wali murid sementara para orang tua atau wali murid yang lain tidak di undang. “Harusnya orang tua atau wali murid yang terlibat permasalahan itu tidak di undang,” kata Huri .

Huri yang di dampingi Wawan salah seorang kerabat, semula akan melaporkan hal itu ke pihak berwajib, namun dia masih menahan diri dan minta pihak sekolah menyelesaikan secara internal. “Pake mengancam WA nya, mau di tandai anak saya, apa maksudnya ini, ini bukan bercanda namanya, sampai nangis anak saya, ” Tutur Huri. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *