PANTAU LAMPUNG- Setahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati menjadi awal langkah strategis menuju pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan. Melalui visi Kabupaten Konservasi dan Berkelanjutan (KKB), arah pembangunan kini difokuskan pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian alam.
Transformasi ini menjadi fondasi dalam mewujudkan warisan hijau bagi generasi masa depan Lampung Timur.
Visi KKB: Pondasi Warisan Hijau Lampung Timur
Kepemimpinan Ela-Azwar menegaskan bahwa pembangunan tidak lagi sekadar mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjaga keberlanjutan.
Grand Design KKB Lampung Timur 2026 disiapkan sebagai arah kebijakan strategis untuk menjadikan daerah:
- Hijau
- Inklusif
- Berdaya saing
“Pembangunan harus berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan,” menjadi semangat yang terus didorong dalam setiap program.
Hilirisasi Sampah: Dari Masalah Menjadi Energi
Salah satu langkah konkret menuju warisan hijau adalah pembangunan TPST-RDF berkapasitas 50 ton per hari.
Program ini bertujuan:
- Mengurangi timbulan sampah hingga 40%
- Menurunkan emisi karbon daerah
- Menciptakan sekitar 1.500 lapangan kerja hijau
Bank sampah yang tersebar di 24 kecamatan juga didorong sebagai bagian dari ekonomi sirkular berbasis masyarakat.
Pemulihan Mangrove dan Perhutanan Sosial
Pelestarian lingkungan menjadi bagian penting dalam perjalanan Lampung Timur menuju warisan hijau.
Pemerintah daerah melakukan:
- Penanaman 100.000 bibit mangrove di wilayah pesisir seperti Labuhan Maringgai dan Pasir Sakti
- Penanaman 26.000 pohon Kaliandra di 44 desa melalui program perhutanan sosial
Langkah ini tidak hanya memperkuat ekosistem pesisir, tetapi juga membuka peluang ekonomi berbasis energi biomassa.
Desa Penyangga Jadi Mitra Konservasi
Sebanyak 23 desa penyangga di sekitar kawasan konservasi kini didorong menjadi bagian dari skema Voluntary Carbon Village.
Program ini membuka peluang:
- Ekowisata
- Perdagangan karbon
- Perlindungan satwa liar
Pendekatan ini mengubah peran masyarakat dari sekadar penghuni kawasan menjadi penjaga ekosistem.
Transisi Energi Bersih
Kepemimpinan Ela-Azwar juga mempercepat penggunaan energi ramah lingkungan.
Langkah strategis yang dilakukan antara lain:
- Pemasangan PLTS atap berkapasitas 2 MWp di fasilitas publik
- Perluasan jaringan gas kota di 9 kecamatan
Program ini membantu mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus menekan biaya operasional masyarakat.
Membangun Generasi Hijau
Upaya mewujudkan warisan hijau juga dilakukan melalui pendidikan.
Program Green School Index dan pembentukan:
- 1.000 kader ekologi desa
- Duta lingkungan sekolah
menjadi investasi jangka panjang dalam membangun budaya hidup berkelanjutan.
Warisan Hijau Jadi Arah Masa Depan
Kepemimpinan Ela-Azwar mendorong kolaborasi melalui pendekatan Gotong Royong Hijau.
Dengan fondasi yang telah dibangun, Lampung Timur mulai menapaki jalur baru pembangunan yang tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga menjaga keseimbangan alam.
Warisan hijau yang dirintis hari ini diharapkan menjadi bekal bagi generasi mendatang untuk tetap menikmati lingkungan yang lestari dan produktif.**












