• Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, Februari 14, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Ruwa Jurai Bandar Lampung

Dari Majalah Dinding ke Dunia Sastra: Perjalanan Awal Udo Z Karzi

MeldaEditorMelda
Feb 14, 2026
A A
Dari Majalah Dinding ke Dunia Sastra: Perjalanan Awal Udo Z Karzi
ADVERTISEMENT

Oleh Affan Zaldi Erya

PANTAU LAMPUNG- Jejak kepenyairan tidak lahir dalam sekejap. Dari lorong kelas hingga lorong batin yang penuh kegelisahan, delapan puisi masa remaja menjadi fondasi penting perjalanan sastra yang kini diakui dalam khazanah sastra Lampung modern.


Awal Kepenyairan dari Bangku Sekolah

Sebelum dikenal luas sebagai penyair Lampung, Udo Z Karzi adalah seorang remaja yang diam-diam menulis puisi tentang kegelisahan, cinta, kegagalan, hingga Tuhan. Delapan puisi yang ditulis antara 1986–1989 dan terangkum dalam buku Kesibukan Membuat Sejarah: 100 Sajak (1987–2025) menjadi bukti awal proses kepenyairan tersebut.

Puisi seperti Damba, 1 menghadirkan kesadaran eksistensial seorang pelajar:

BeritaTerkait

Penyair Berbakat Bandar Lampung Angkat Isu Ambiguitas Bahasa dalam Karya Reflektif

Kota yang Tajam dan Berkarat: Makna Puisi Kaleng Bir Karya Muhammad Alfariezie

“aku masih barang belum jadi.”

Pengakuan ini mencerminkan fase pencarian identitas yang jujur—sebuah titik awal kepenyairan yang tidak dibangun dari kematangan, melainkan dari keraguan.


Kegelisahan Remaja yang Menjadi Puisi

Dalam Damba, 2, pengulangan kata “nanti” menggambarkan pergulatan antara keinginan bertindak dan ketakutan memulai. Ini memperlihatkan bagaimana kepenyairan Udo Z Karzi tumbuh dari pengalaman batin yang sangat manusiawi.

ADVERTISEMENT

Puisi-puisi awal tersebut pertama kali dimuat di majalah dinding sekolah, sebelum akhirnya menembus media di Jakarta. Bagi seorang pelajar akhir 1980-an, publikasi di luar daerah menjadi pijakan penting dalam membangun kepercayaan diri kreatif.


Dari Luka Cinta ke Kesadaran Hidup

Puisi seperti Hampa dan Bunga Mawar menandai pergeseran tema dari pencarian diri menuju pengalaman emosional.

Kesedihan digambarkan melalui lanskap ruang:

  • Jalan
  • Lapangan
  • Rumah panggung

Ruang menjadi simbol batin. Dunia luar tidak lagi netral, tetapi bersekutu dengan perasaan.

Dalam Resah, kepenyairan mulai berkembang melalui penciptaan suasana, bukan sekadar pernyataan langsung.


Jalan Panjang Menuju Kedewasaan

Puisi Dan Jalan Masih Akan Panjang Lagi menjadi titik balik penting.

“Aku tidak ingin binasa di sini.”

Kalimat ini menunjukkan lahirnya tekad baru. Kepenyairan tidak lagi didominasi keluhan, tetapi kesadaran untuk bangkit.

Lingkungan sekolah turut berperan dalam perjalanan ini. Dukungan teman sekelas, termasuk dari , mendorong Udo mengikuti lomba baca puisi.

“Meskipun tak menang, saya menjadi lebih terpacu menekuri bahkan ‘mabok puisi’,” kenangnya.

Kekalahan justru menjadi awal ketekunan dalam kepenyairan.


Dari Pencarian Diri ke Pencarian Tuhan

Puisi Kucari menandai fase spiritual dalam kepenyairan Udo Z Karzi.

Repetisi “kucari” menghadirkan ritme doa—sebuah transisi dari kegelisahan duniawi menuju pencarian ilahiah.

Jika dibaca sebagai satu kesatuan, delapan puisi ini menunjukkan alur perjalanan:

  • Krisis identitas
  • Luka cinta
  • Kesadaran waktu
  • Pencarian Tuhan

Kepenyairan tumbuh sebagai proses, bukan hasil instan.


Kepenyairan sebagai Proses, Bukan Lonjakan

Atmosfer kreatif di Smanda pada akhir 1980-an turut membentuk perjalanan ini. Majalah dinding dan komunitas pelajar menjadi ruang dialektika estetik.

Secara teknis, puisi-puisi awal tersebut memang masih sederhana. Namun justru di situlah letak kekuatannya—kejujuran.

Kepenyairan Udo Z Karzi lahir dari kebutuhan batin, bukan ambisi reputasi.

Dari lorong sekolah hingga lorong batin, perjalanan panjang itu membuktikan satu hal:

Setiap penyair pernah berada pada fase “belum jadi”.***

Source: Arief Mulyadin
Tags: Kepenyairan LampungSastra LampungSMAN 2 Bandar LampungUdo Z Karzi
ShareTweetSendShare
Previous Post

Ports of Vegas Split Second Play: A Convenient and Exciting Method to Play Casino Site Games Online

Next Post

Free Slots for Playing at the Casino

Related Posts

Bazar UMKM dan Teknologi Promosi Jadi Sorotan Kunjungan Kerja
Berita

Bazar UMKM dan Teknologi Promosi Jadi Sorotan Kunjungan Kerja

Feb 14, 2026
Kontroversi Pengelolaan Dana Publik di Bandar Lampung, Transparansi Diuji
Bandar Lampung

Kontroversi Pengelolaan Dana Publik di Bandar Lampung, Transparansi Diuji

Feb 14, 2026
Apindo Lampung: Rute Langsung ke Malaysia Pangkas Biaya dan Buka Investasi
Bandar Lampung

Apindo Lampung: Rute Langsung ke Malaysia Pangkas Biaya dan Buka Investasi

Feb 14, 2026
Kantor Pertanahan Pringsewu Percepat Pendaftaran Tanah Lewat PTSL
Berita

Kantor Pertanahan Pringsewu Percepat Pendaftaran Tanah Lewat PTSL

Feb 13, 2026
Pembaruan Peta ZNT 2026 Jadi Fokus Kantor Pertanahan Pringsewu
Berita

Pembaruan Peta ZNT 2026 Jadi Fokus Kantor Pertanahan Pringsewu

Feb 13, 2026
Desa Pekurun Selatan Kini Miliki Website Resmi Hasil Karya KKN ITERA
Bandar Lampung

Desa Pekurun Selatan Kini Miliki Website Resmi Hasil Karya KKN ITERA

Feb 13, 2026
Next Post

Free Slots for Playing at the Casino

Kontroversi Pengelolaan Dana Publik di Bandar Lampung, Transparansi Diuji

Kontroversi Pengelolaan Dana Publik di Bandar Lampung, Transparansi Diuji

Bazar UMKM dan Teknologi Promosi Jadi Sorotan Kunjungan Kerja

Bazar UMKM dan Teknologi Promosi Jadi Sorotan Kunjungan Kerja

banner 300250

Berita Terkini

  • Bazar UMKM dan Teknologi Promosi Jadi Sorotan Kunjungan Kerja
  • Kontroversi Pengelolaan Dana Publik di Bandar Lampung, Transparansi Diuji
  • Free Slots for Playing at the Casino
  • Dari Majalah Dinding ke Dunia Sastra: Perjalanan Awal Udo Z Karzi
  • Ports of Vegas Split Second Play: A Convenient and Exciting Method to Play Casino Site Games Online
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In