PANTAU LAMPUNG- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda menghadirkan suasana Natal yang penuh makna bagi warga binaan pemasyarakatan beragama Kristiani melalui kegiatan ibadah dan perayaan Natal Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemenuhan hak beribadah sekaligus pembinaan kepribadian warga binaan.
Perayaan Natal dilaksanakan di Aula Lapas Kelas IIA Kalianda pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh sukacita meskipun para warga binaan tengah menjalani masa pidana.
Kolaborasi Lapas Kalianda dan Kementerian Agama
Pelaksanaan ibadah dan perayaan Natal tersebut terlaksana atas kerja sama Lapas Kalianda dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan. Sejumlah Penyuluh Agama Katolik dan Kristen turut hadir untuk memimpin rangkaian ibadah.
Kolaborasi ini bertujuan memastikan pembinaan kerohanian warga binaan tetap berjalan secara berkelanjutan, sejalan dengan prinsip pemasyarakatan yang menjunjung nilai kemanusiaan dan toleransi antarumat beragama.
Tema Natal tekankan kehadiran Allah dalam keluarga
Perayaan Natal warga binaan Lapas Kalianda mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” yang diambil dari Kitab Matius 1:21–24. Tema ini dipilih untuk meneguhkan iman serta memberikan penguatan spiritual kepada warga binaan agar tetap memiliki harapan dan semangat menjalani proses pembinaan.
Melalui ibadah Natal ini, warga binaan diajak merefleksikan makna kelahiran Yesus Kristus sebagai momentum pembaruan diri dan perbaikan sikap dalam kehidupan bermasyarakat.
Komitmen pemasyarakatan humanis dan berkeadilan
Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Beni Nurrahman, menegaskan bahwa perayaan Natal merupakan bentuk nyata pelayanan pemasyarakatan yang humanis dan berkeadilan, tanpa membedakan latar belakang agama.
“Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh warga binaan mendapatkan hak beribadahnya dengan baik. Perayaan Natal ini diharapkan menjadi momentum refleksi, penguatan iman, serta menumbuhkan harapan agar warga binaan kelak kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar Beni Nurrahman.
Menurutnya, pembinaan keagamaan menjadi salah satu pilar penting dalam membentuk karakter warga binaan selama menjalani masa pidana.
Menumbuhkan nilai kasih dan toleransi
Melalui perayaan Natal ini, Lapas Kalianda berharap nilai-nilai kasih, toleransi, dan kebersamaan terus terpelihara di lingkungan pemasyarakatan. Kegiatan tersebut juga diharapkan mendukung proses pembinaan yang berkelanjutan agar warga binaan siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Perayaan Natal di Lapas Kalianda menjadi bukti bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga pada pembinaan mental dan spiritual warga binaan secara menyeluruh.***







