PANTAU LAMPUNG- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi pendekatan seni dan budaya lokal yang dilakukan Kodam XXI/Radin Inten dalam mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri Pentas Seni dan Budaya Kodam XXI/Radin Inten dalam rangka Peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat Tahun 2025 di Lapangan Saburai, Bandar Lampung, Sabtu (10/1/2025) malam.
Seni dan Budaya Jadi Jembatan Kebersamaan
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa seni dan budaya memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, peringatan Hari Juang TNI AD yang dikemas melalui pentas seni dan budaya merupakan sarana efektif untuk mendekatkan TNI dengan masyarakat.
“Pentas seni dan budaya ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap langkah pembangunan harus dilandasi niat yang lurus, kebersamaan, dan persatuan,” ujar Gubernur Mirza.
Keberagaman Lampung sebagai Kekuatan
Gubernur Mirza menilai Provinsi Lampung sebagai daerah majemuk dengan keberagaman suku dan budaya yang harus dirawat bersama. Ia menegaskan bahwa penguatan budaya lokal akan berdampak langsung pada kokohnya persatuan masyarakat.
“Semakin kita memperkuat kebudayaan, semakin kuat pula persatuan kita. Budaya adalah bahasa yang halus namun tegas, mampu merawat persatuan di tengah keberagaman,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen menjadikan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter dan penguatan identitas daerah, dengan kolaborasi bersama TNI dan seluruh elemen masyarakat.
Sinergi TNI dan Pemprov Hadapi Tantangan 2026
Memasuki tahun 2026, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengajak seluruh pihak menghadapi tantangan pembangunan secara bersama-sama, mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan, transformasi ekonomi, hingga penguatan sumber daya manusia.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kodam XXI/Radin Inten atas dedikasi dan peran aktifnya dalam menjaga keamanan dan kebersamaan di Bumi Ruwa Jurai,” ujarnya.
Pendekatan Kultural Perkuat Kedekatan TNI dan Rakyat
Sementara itu, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan bahwa pentas seni dan budaya merupakan bentuk pendekatan kultural TNI agar semakin dekat dengan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi awal tahun 2026 serta penggalangan dana bagi korban bencana alam di sejumlah daerah.
“Lampung adalah daerah yang terdiri atas berbagai suku, ras, dan agama. Perbedaan itu bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk saling melengkapi agar kita menjadi lebih kuat dan maju,” ujarnya.
Acara tersebut dimeriahkan pertunjukan tari daerah, campur sari, orkes melayu jadul, hingga pagelaran wayang kulit lakon Bimo Krido. Kegiatan ini dihadiri Forkopimda Provinsi Lampung, jajaran TNI, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum.***









