• Redaksi
  • Tentang Kami
Rabu, Februari 11, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Ruwa Jurai Bandar Lampung

Bahasa Lampung di Ujung Tanduk: Puisi Terjemahan Jadi Senjata Melawan Kepunahan

MeldaEditorMelda
Sep 18, 2025
A A
Bahasa Lampung di Ujung Tanduk: Puisi Terjemahan Jadi Senjata Melawan Kepunahan
ADVERTISEMENT

PANTAU LAMPUNG- Bahasa Lampung kini menghadapi ancaman serius kepunahan. Minimnya generasi muda yang aktif menggunakan bahasa ibu ini membuat eksistensinya kian memudar di tengah arus globalisasi. Namun, ada secercah harapan lahir dari upaya kreatif melalui karya sastra, khususnya puisi terjemahan ke dalam bahasa Lampung.

Langkah ini digaungkan Djuhardi Basri, dosen bahasa dan sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) Lampung Utara sekaligus penyair dan sutradara. Dalam kegiatan bertajuk Pelatihan Menulis Puisi dan Alih Bahasa yang digelar pada Kamis, 18 September 2025, Djuhardi menegaskan bahwa penerjemahan puisi bukan sekadar latihan akademis, melainkan bentuk penghargaan terhadap bahasa ibu sekaligus strategi nyata menjaga bahasa Lampung dari kepunahan.

“Kita perlu menghidupkan bahasa Lampung dalam karya sastra. Dengan menerjemahkan puisi, bahasa Lampung akan tetap hidup, tidak hanya dalam percakapan sehari-hari, tapi juga dalam literasi budaya,” tegasnya.

BeritaTerkait

Pekan Kebudayaan Daerah Lampung Resmi Digelar, Isbedy dan Dzafira Tampil Memukau di Hari Terakhir

Diskusi Buku “Hari-Hari Bahagia”: Munaris Sebut Klimaks Penyair Ada di Dalam Puisi

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah 7 Bengkulu-Lampung, UMKO, dan PW Muhammadiyah Lampung. Peserta yang hadir tidak hanya mahasiswa, tetapi juga pegiat sastra, guru, dan komunitas budaya, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap misi penyelamatan bahasa Lampung.

Djuhardi menjelaskan, ada perbedaan mendasar antara karya terjemahan dan saduran. Menurutnya, terjemahan sastra menuntut kesetiaan penuh pada karya asli, sementara saduran lebih memberi ruang kebebasan bagi penulis dalam beradaptasi. “Kesetiaan dalam terjemahan adalah kunci menjaga makna dan keindahan karya, tanpa menghilangkan ruh dari bahasa aslinya,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, sastrawan terkemuka Lampung, Isbedy Stiawan ZS, turut memberi pandangan tentang proses kreatif menulis puisi. Ia memaparkan langkah-langkah penting yang harus ditempuh, mulai dari menemukan ide, mengolah gagasan, menentukan sudut pandang (angle), merumuskan masalah, hingga memilih judul dan diksi yang tepat. Menurutnya, setiap puisi lahir dari proses panjang yang memadukan imajinasi dengan teknik.

Inisiatif ini tidak hanya menyasar pada pelestarian bahasa, tetapi juga membangun kesadaran generasi muda untuk bangga menggunakan bahasa Lampung. Dengan adanya karya sastra berbahasa Lampung, diharapkan masyarakat dapat kembali menumbuhkan kedekatan emosional dengan bahasa ibu mereka.

Bahasa adalah identitas, dan hilangnya bahasa berarti hilangnya jati diri. Oleh sebab itu, gerakan literasi dan terjemahan puisi ini diyakini menjadi langkah strategis untuk melawan ancaman kepunahan bahasa Lampung. Lebih dari sekadar menjaga kosakata, ini adalah upaya melestarikan nilai, budaya, dan kebanggaan masyarakat Lampung untuk diwariskan kepada generasi mendatang.***

Source: ISBEDY SETIAWAN
Tags: BahasaLampungKebudayaanDaerahPelestarianBahasaPuisiLampungSastraLampung
ShareTweetSendShare
Previous Post

Bupati Pringsewu Tambah Empat Tenaga Ahli, Siap Kawal Kebijakan Strategis Daerah

Next Post

Akademisi Unila Apresiasi Rotasi dan Mutasi Pejabat di Tanggamus

Related Posts

MPP Pringsewu Dipantau Langsung, Bupati Tekankan Layanan Transparan
Berita

MPP Pringsewu Dipantau Langsung, Bupati Tekankan Layanan Transparan

Feb 11, 2026
Sukoharjo Jadi Titik Awal Penguatan RKPD Pringsewu Tahun 2027
Berita

Sukoharjo Jadi Titik Awal Penguatan RKPD Pringsewu Tahun 2027

Feb 11, 2026
Hippi dan Cik Tien Kolaborasi, Dorong UMKM Naik Kelas di Lampung Selatan
Berita

Hippi dan Cik Tien Kolaborasi, Dorong UMKM Naik Kelas di Lampung Selatan

Feb 11, 2026
Lampung Cetak Sejarah, Pesawat Tempur TNI AU Uji Pendaratan di Tol
Bandar Lampung

Lampung Cetak Sejarah, Pesawat Tempur TNI AU Uji Pendaratan di Tol

Feb 11, 2026
Berita

PMII dan LBH MI Diskusikan Hukum Moralitas Nusantara sebagai Paradigma Baru

Feb 11, 2026
Sukseskan PTSL 2026, BPN Pringsewu Samakan Persepsi dengan Pemerintah Pekon
Berita

Sukseskan PTSL 2026, BPN Pringsewu Samakan Persepsi dengan Pemerintah Pekon

Feb 11, 2026
Next Post
Akademisi Unila Apresiasi Rotasi dan Mutasi Pejabat di Tanggamus

Akademisi Unila Apresiasi Rotasi dan Mutasi Pejabat di Tanggamus

Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI untuk Disabilitas di Pringsewu

Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI untuk Disabilitas di Pringsewu

Bupati Lampung Tengah Lantik 10 Pejabat Eselon II, Dorong Birokrasi Lebih Solid dan Profesional

Bupati Lampung Tengah Lantik 10 Pejabat Eselon II, Dorong Birokrasi Lebih Solid dan Profesional

Jaksa Bongkar Skandal Dana Nasabah BRI Pringsewu: Tersangka Diduga Rugikan Negara Rp17,9 Miliar

Jaksa Bongkar Skandal Dana Nasabah BRI Pringsewu: Tersangka Diduga Rugikan Negara Rp17,9 Miliar

Lampung Siap Jadi Tuan Rumah Touring Nomadic 2025, Event Besar yang Dijanjikan Dongkrak Pariwisata dan UMKM Lokal

Lampung Siap Jadi Tuan Rumah Touring Nomadic 2025, Event Besar yang Dijanjikan Dongkrak Pariwisata dan UMKM Lokal

banner 300250

Berita Terkini

  • MPP Pringsewu Dipantau Langsung, Bupati Tekankan Layanan Transparan
  • Sukoharjo Jadi Titik Awal Penguatan RKPD Pringsewu Tahun 2027
  • Hippi dan Cik Tien Kolaborasi, Dorong UMKM Naik Kelas di Lampung Selatan
  • Lampung Cetak Sejarah, Pesawat Tempur TNI AU Uji Pendaratan di Tol
  • Ruletka Turniej Mobilna – recenzja kasyna online
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In