• Redaksi
  • Tentang Kami
Selasa, April 28, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Ruwa Jurai Bandar Lampung

Diskusi FP3 Lampung Soroti Nasib Guru dan Tantangan Pendidikan: Yanuar Tegaskan Pendidikan Berkualitas Butuh Modal

MeldaEditorMelda
Agu 30, 2025
A A
Diskusi FP3 Lampung Soroti Nasib Guru dan Tantangan Pendidikan: Yanuar Tegaskan Pendidikan Berkualitas Butuh Modal
ADVERTISEMENT

PANTAU LAMPUNG— Forum Pemuda Peduli Pendidikan (FP3) Lampung menggelar Diskusi Santai bertajuk “Guru Menjadi Beban Negara” di Nuwono Tasya Guest House, Rajabasa, Bandar Lampung, Jumat, 29 Agustus 2025. Diskusi yang dipandu oleh Ahmad Thoha, Ketua FP3 sekaligus moderator, menghadirkan sejumlah narasumber penting dari kalangan pemerhati pendidikan, guru, mahasiswa, serta utusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung.

Dalam diskusi ini, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Yanuar Irawan, menegaskan pandangannya terkait pendidikan gratis di provinsi Lampung. Politisi PDI-P ini mengungkapkan, pada waktu wacana pendidikan gratis muncul, dirinya menolak ide tersebut. Menurut Yanuar, pendidikan yang berkualitas memerlukan modal, dan anggaran pemerintah belum cukup untuk menanggung seluruh biaya pendidikan. “Waktu itu saya menolak pendidikan gratis karena mendapatkan ilmu harus ada investasinya. Anggaran pendidikan yang ada masih terbatas, sehingga seharusnya pendidikan gratis diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu,” ujar Yanuar.

Yanuar juga menyinggung kebijakan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang membubarkan Komite Sekolah. Kebijakan ini dianggap menimbulkan masalah baru karena sejumlah sekolah yang sebelumnya menggunakan dana komite untuk kebutuhan operasional, termasuk biaya listrik, kini kehilangan sumber pendanaan. “Beberapa sekolah selama ini menggunakan Komite Sekolah untuk menutupi biaya operasional seperti listrik. Saat ini banyak yang dihentikan karena biaya sangat besar. Ini menjadi masalah baru dalam dunia pendidikan,” katanya.

BeritaTerkait

LKPJ 2025 Disampaikan, Pemprov Lampung Soroti Pelayanan Publik dan Infrastruktur

Hari Otonomi Daerah 2026, Pemprov Lampung Fokus Penguatan PAD dan Transformasi Digital

Dalam kesempatan tersebut, Yanuar mengajak para guru untuk berdiskusi secara jujur dan terbuka mengenai permasalahan nyata di lapangan. Ia menekankan pentingnya guru menyampaikan kondisi yang sebenarnya agar DPRD dapat merumuskan kebijakan yang tepat. “Uraikan masalah sesungguhnya dengan jujur sehingga kami di dewan tidak hanya teriak-teriak sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor DPD RI Perwakilan Lampung yang juga mantan guru dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Way Kanan, Gino Vanolie, menyoroti kondisi kesejahteraan guru, khususnya guru honorer. Ia menilai peran guru sangat krusial namun belum mendapatkan perhatian memadai dari pemerintah. “Guru dibebani tanggung jawab mendidik anak agar menjadi sumber daya manusia berkualitas, tapi kesejahteraan mereka belum memadai. Ini kondisi yang sangat miris,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Gino juga menyinggung pembangunan calon Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menghabiskan anggaran besar, namun hingga kini sebagian dari dana tersebut belum dimanfaatkan untuk sektor pendidikan. Menurutnya, jika sebagian anggaran tersebut dialihkan ke pendidikan, masalah guru dan kualitas pendidikan bisa berkurang. Ia menekankan bahwa perhatian terhadap pendidikan harus menjadi prioritas agar nasib guru dan kualitas SDM meningkat.

Aktivis mahasiswa dan pemerhati pendidikan lainnya juga menyoroti kebijakan penghapusan dana komite sekolah oleh Pemprov Lampung. Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi mengganggu operasional sekolah dan kesejahteraan guru. “Kalau kebijakan ini diterapkan, pemerintah harus menyiapkan solusi agar pendidikan tetap layak dan guru tidak terbebani,” kata Gino. Ia menekankan perlunya Gubernur Lampung mencari alternatif pendanaan, termasuk memaksimalkan dana BOS agar pendidikan dapat berjalan optimal.

Ketua KNPI Lampung, Iqbal Ardiansyah, menambahkan bahwa persoalan dunia pendidikan sangat kompleks dan membutuhkan perhatian serius dari pemangku kebijakan. “Masalah pendidikan ini amat kompleks. Jika satu persoalan dipotong tanpa solusi, justru menimbulkan masalah baru. Pendidikan harus dikelola serius agar dapat mendukung pembangunan SDM berkualitas,” ujarnya. Iqbal juga mengusulkan agar anggaran yang kurang efisien di sektor infrastruktur dapat dialihkan sebagian untuk pendidikan, sehingga alokasi dana lebih optimal dan berdampak langsung pada kualitas pendidikan.

Diskusi FP3 Lampung ini menjadi forum penting untuk menyuarakan aspirasi guru, mahasiswa, dan pemerhati pendidikan, serta menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Hadir sebagai narasumber, utusan Disdikbud Provinsi Lampung diwakili Kacabdin Wilayah 1 Hamda Sukma, S.Si, M.Pd., Guru SMAN 2 Bandar Lampung, dan dosen FKIP Universitas Lampung, Edi Siswanto, turut membahas tantangan nyata dalam dunia pendidikan dan mencari solusi bersama untuk meningkatkan kualitas guru dan sistem pendidikan di Lampung.***

Source: Isbedy Stiawan
Tags: #guru#pendidikanDPRD LampungFP3kesejahteraan guruLampung
ShareTweetSendShare
Previous Post

Disdikbud Lampung Edarkan Larangan Siswa Ikut Aksi Demonstrasi, Hak Ekspresi Generasi Muda Dipertanyakan

Next Post

Operasi SAR KM Tegar Jaya Rampung, Seluruh Korban Ditemukan Setelah Pencarian Intensif Tiga Hari

Related Posts

Aspirasi Warga Menguat, Lampu Jalan dan Infrastruktur Jadi Sorotan Reses di Sukoharjo
Berita

Aspirasi Warga Menguat, Lampu Jalan dan Infrastruktur Jadi Sorotan Reses di Sukoharjo

Apr 27, 2026
Kasus Sertifikat Lahan Kemenag, Kuasa Hukum Minta Hakim Pertimbangkan Bukti Baru
Berita

Kasus Sertifikat Lahan Kemenag, Kuasa Hukum Minta Hakim Pertimbangkan Bukti Baru

Apr 27, 2026
LKPJ 2025 Disampaikan, Pemprov Lampung Soroti Pelayanan Publik dan Infrastruktur
Bandar Lampung

LKPJ 2025 Disampaikan, Pemprov Lampung Soroti Pelayanan Publik dan Infrastruktur

Apr 27, 2026
Hari Otonomi Daerah 2026, Pemprov Lampung Fokus Penguatan PAD dan Transformasi Digital
Bandar Lampung

Hari Otonomi Daerah 2026, Pemprov Lampung Fokus Penguatan PAD dan Transformasi Digital

Apr 27, 2026
Inafis Turun Tangan, Polisi Dalami Jejak Pelaku Pencurian Motor
Berita

Inafis Turun Tangan, Polisi Dalami Jejak Pelaku Pencurian Motor

Apr 27, 2026
Gita Kurniawan Serap Aspirasi Warga, Banyak Keluhan Pelayanan Publik
Berita

Gita Kurniawan Serap Aspirasi Warga, Banyak Keluhan Pelayanan Publik

Apr 27, 2026
Next Post
Operasi SAR KM Tegar Jaya Rampung, Seluruh Korban Ditemukan Setelah Pencarian Intensif Tiga Hari

Operasi SAR KM Tegar Jaya Rampung, Seluruh Korban Ditemukan Setelah Pencarian Intensif Tiga Hari

Pengukuhan Pengurus PJN91 Provinsi Lampung 2025-2028: Sinergi dan Kontribusi Positif bagi Pembangunan Daerah

Pengukuhan Pengurus PJN91 Provinsi Lampung 2025-2028: Sinergi dan Kontribusi Positif bagi Pembangunan Daerah

Sekjen FML Kritik Surat Himbauan Kadisdik Lampung: Kebebasan Berpendapat Siswa Terancam

Sekjen FML Kritik Surat Himbauan Kadisdik Lampung: Kebebasan Berpendapat Siswa Terancam

Polresta Bandar Lampung dan Komunitas Ojol Gelar Doa Bersama untuk Affan Kurniawan di Tugu Adipura, Aksi Damai Diwarnai Hujan Deras

Polresta Bandar Lampung dan Komunitas Ojol Gelar Doa Bersama untuk Affan Kurniawan di Tugu Adipura, Aksi Damai Diwarnai Hujan Deras

Ratusan Rumah Terendam Banjir dan Akses Jalan Wisata Lumpuh di Desa Sukajaya Lempasing, Pesawaran

Ratusan Rumah Terendam Banjir dan Akses Jalan Wisata Lumpuh di Desa Sukajaya Lempasing, Pesawaran

banner 300250

Berita Terkini

  • Aspirasi Warga Menguat, Lampu Jalan dan Infrastruktur Jadi Sorotan Reses di Sukoharjo
  • Kasus Sertifikat Lahan Kemenag, Kuasa Hukum Minta Hakim Pertimbangkan Bukti Baru
  • LKPJ 2025 Disampaikan, Pemprov Lampung Soroti Pelayanan Publik dan Infrastruktur
  • Hari Otonomi Daerah 2026, Pemprov Lampung Fokus Penguatan PAD dan Transformasi Digital
  • Inafis Turun Tangan, Polisi Dalami Jejak Pelaku Pencurian Motor
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In