• Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, April 30, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Ruwa Jurai Bandar Lampung

Arah Kebijakan Berakibat Fatal Bagi Pendidikan Provinsi Lampung

djadinEditordjadin
Nov 2, 2023
A A
Arah Kebijakan Berakibat Fatal Bagi Pendidikan Provinsi Lampung
ADVERTISEMENT

PANTAU LAMPUNG– Tawuran pelajar kini terbilang sebagai kenakalan remaja, sebab tidak sekali dua kali korban meninggal diberitakan. Tawuran pelajar sudah merujuk kategori kriminalitas karena pelakunya tak segan— bukan hanya membawa tapi menenteng senjata tajam dan bukan hanya meneror lawan— tapi warga sekitar mau pun pengguna jalan.

Bandar Lampung heboh pada Senin, 30 Oktober 2023. Seorang pelajar SMK BLK Bandar Lampung tewas karena tawuran di jalan By Pass Soekarno Hatta dekat SMA Negeri 5 Bandar Lampung pada Senin, 30 Oktober 2023 pukul 18.00 WIB.

Kepala SMK Penerbangan Radin Intan sekaligus Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah Swasta (FKKS) Lampung yakni Suprihatin, merasa terpukul atas kejadian itu. Dia menginginkan perbaikan arah kebijakan dalam pendidikan.

BeritaTerkait

Thio Stefanus Divonis 3 Tahun Terkait Kasus Lahan Kemenag, Kuasa Hukum: Kami Akan Banding

Lansia hingga Disabilitas di Pringsewu Terima Bantuan ATENSI Kemensos RI

Kriminalitas pelajar yang sampai menewaskan sejawat mereka sendiri ini tak terlepas akibat kebijakan kurikulum merdeka yang dicetuskan pemerintah pusat tanpa pemerataan sosialisasi ataupun sosialisasi pemerataan.

Suprihatin merasa Dinas Pendidikan tidak melakukan sosialisasi dan pemerataan untuk sarana dan prasarana mau pun teknis kurikulum merdeka, sehingga pemahaman tentang kurikulum itu sendiri tidak merata.

ADVERTISEMENT

Sebagai pendiri dari SMK Swasta, ia sama sekali tidak merasakan, mendengar apalagi melihat sosialisasi perihal kurikulum merdeka dari pemerintah, dalam hal ini berarti dinas pendidikan setempat.

“Pemerintah pusat hanya menyerahkan kurikulum merdeka kepada satuan pendidikan masing-masing, jadi seolah-olah mereka lepas tangan. Mereka tidak melakukan sosialisasi pemeretaan terhadap sekolah-sekolah,” ungkapnya.

Ia berkeyakinan, sosialisasi pemerataan hingga sarana dan prasarana serta teknis penunjang kurikulum merdeka telah dilakukan untuk sekolah-sekolah negeri. Untuk swasta, sekitar 60-70% belum mendapat undangan sosialisasi kurikulum merdeka.

“Pemerintah separuh hati untuk sosialisasi kurikulum merdeka,” tuturnya.

Enggak semua sekolah swasta sanggup membayar fasilitas internet sebagai penunjang kurikulum merdeka. Sampai berita ini publish, Suprihatin mengaku belum ada bantuan untuk menerapkan kurikulum merdeka. Ada bantuan laptop, tapi pemberiannya belum merata. Imbasnya, para guru di sekolah swasta masih belum siap menerapkan kegiatan belajar dan mengajar dalam kurikulum merdeka.

“Apakah masing-masig sekolah memiliki internet, itu kan perlu dikaji. Tolak ukurnya kalau di Jakarta, Jogja dan Semarang okelah, kalau di daerah terpencil apa itu bisa dijangkau? Alhamdulilah sampai detik ini belum ada, bantuan untuk laptop pun belum merata. Kurikulum merdeka ini belum siap dan terlalu dipaksakan. Jadi mengeluarkan kebijakan tanpa diikuti pemerataan,” ungkapnya.

Atin, begitu ia akrab dipanggil— mengaku telah melakukan hearing dengan Komisi 5 DPRD Provinsi Lampung untuk membahas persoalan sosialisasi pemerataan kurikulum merdeka. Namun baginya, para dewan belum menindaklanjuti aduannya karena belum memfasilitasi pertemuan antara pihak sekolah swasta dengan dinas pendidikan setempat.

“Kita sudah hearing dengan Komisi 5 DPRD Provinsi tapi jawabannya masih akan kita tampung, belum ada tindak lanjut. Pihak dewan juga belum memfasilitasi pertemuan pihak swasta dan dins pendidikan,” katanya.

Sekarang, sudah ada pelajar di Lampung yang tewas karena tawuran. Tawuran yang menewaskan pelajar ini terjadi dalam penerapan kurikulum merdeka. Apakah pemerintah eksekutif dan legislatif tak ingin mengkaji ulang kurikulum merdeka?

Sebab Atin juga mengungkap, tawuran pelajar yang telah menjurus kategori kriminalitas ini sangat terpengaruh akhlak dan moral. Dalam kurikulum merdeka, mata ajar tentang akhlak dan moral telah berkurang. Yang sebelumnya tiga jam sekarang menjadi dua jam karena pelajaran moral dan akhlak hanya masuk dalam pendidikan agama islam.

“Seperti yang kita ketahui pelajar ini menyangkut moral dan ahlak, tapi materi kuriklum merdeka untuk akhlak dan moral ini berkurang. Seperti jam-jam mata ajarnya yang tadinya 3 jam, jadi 2 jam. Moral dan ahlak ini masuk pendidikan agama islam dan PMP. Sementara PMP sekarang moralnya engg ada karena diganti PKN. Kurikulum ini perlu ditela’ah bener-bener. Moral itu perlu diperkokoh, kenapa harus dihapuskan?” Begitu kata Suprihatin.

(Alfa)

Dandani Arah Kebijakan Pendidikan, Stop Kriminalitas Penghilang Nyawa Pelajar

Tawuran pelajar kini terbilang sebagai kenakalan remaja, sebab tidak sekali dua kali korban meninggal diberitakan. Tawuran pelajar sudah merujuk kategori kriminalitas karena pelakunya tak segan— bukan hanya membawa tapi menenteng senjata tajam dan bukan hanya meneror lawan— tapi warga sekitar mau pun pengguna jalan.

Bandar Lampung heboh pada Senin, 30 Oktober 2023. Seorang pelajar SMK BLK Bandar Lampung tewas karena tawuran di jalan By Pass Soekarno Hatta dekat SMA Negeri 5 Bandar Lampung pada Senin, 30 Oktober 2023 pukul 18.00 WIB.

Kepala SMK Penerbangan Radin Intan sekaligus Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah Swasta (FKKS) Lampung yakni Suprihatin, merasa terpukul atas kejadian itu. Dia menginginkan perbaikan arah kebijakan dalam pendidikan.

Kriminalitas pelajar yang sampai menewaskan sejawat mereka sendiri ini tak terlepas akibat kebijakan kurikulum merdeka yang dicetuskan pemerintah pusat tanpa pemerataan sosialisasi ataupun sosialisasi pemerataan.

Suprihatin merasa Dinas Pendidikan tidak melakukan sosialisasi dan pemerataan untuk sarana dan prasarana mau pun teknis kurikulum merdeka, sehingga pemahaman tentang kurikulum itu sendiri tidak merata.

Sebagai pendiri dari SMK Swasta, ia sama sekali tidak merasakan, mendengar apalagi melihat sosialisasi perihal kurikulum merdeka dari pemerintah, dalam hal ini berarti dinas pendidikan setempat.

“Pemerintah pusat hanya menyerahkan kurikulum merdeka kepada satuan pendidikan masing-masing, jadi seolah-olah mereka lepas tangan. Mereka tidak melakukan sosialisasi pemeretaan terhadap sekolah-sekolah,” ungkapnya.

Ia berkeyakinan, sosialisasi pemerataan hingga sarana dan prasarana serta teknis penunjang kurikulum merdeka telah dilakukan untuk sekolah-sekolah negeri. Untuk swasta, sekitar 60-70% belum mendapat undangan sosialisasi kurikulum merdeka.

“Pemerintah separuh hati untuk sosialisasi kurikulum merdeka,” tuturnya.

Enggak semua sekolah swasta sanggup membayar fasilitas internet sebagai penunjang kurikulum merdeka. Sampai berita ini publish, Suprihatin mengaku belum ada bantuan untuk menerapkan kurikulum merdeka. Ada bantuan laptop, tapi pemberiannya belum merata. Imbasnya, para guru di sekolah swasta masih belum siap menerapkan kegiatan belajar dan mengajar dalam kurikulum merdeka.

“Apakah masing-masig sekolah memiliki internet, itu kan perlu dikaji. Tolak ukurnya kalau di Jakarta, Jogja dan Semarang okelah, kalau di daerah terpencil apa itu bisa dijangkau? Alhamdulilah sampai detik ini belum ada, bantuan untuk laptop pun belum merata. Kurikulum merdeka ini belum siap dan terlalu dipaksakan. Jadi mengeluarkan kebijakan tanpa diikuti pemerataan,” ungkapnya.

Atin, begitu ia akrab dipanggil— mengaku telah melakukan hearing dengan Komisi 5 DPRD Provinsi Lampung untuk membahas persoalan sosialisasi pemerataan kurikulum merdeka. Namun baginya, para dewan belum menindaklanjuti aduannya karena belum memfasilitasi pertemuan antara pihak sekolah swasta dengan dinas pendidikan setempat.

“Kita sudah hearing dengan Komisi 5 DPRD Provinsi tapi jawabannya masih akan kita tampung, belum ada tindak lanjut. Pihak dewan juga belum memfasilitasi pertemuan pihak swasta dan dins pendidikan,” katanya.

Sekarang, sudah ada pelajar di Lampung yang tewas karena tawuran. Tawuran yang menewaskan pelajar ini terjadi dalam penerapan kurikulum merdeka. Apakah pemerintah eksekutif dan legislatif tak ingin mengkaji ulang kurikulum merdeka?

Sebab Atin juga mengungkap, tawuran pelajar yang telah menjurus kategori kriminalitas ini sangat terpengaruh akhlak dan moral. Dalam kurikulum merdeka, mata ajar tentang akhlak dan moral telah berkurang. Yang sebelumnya tiga jam sekarang menjadi dua jam karena pelajaran moral dan akhlak hanya masuk dalam pendidikan agama islam.

“Seperti yang kita ketahui pelajar ini menyangkut moral dan ahlak, tapi materi kuriklum merdeka untuk akhlak dan moral ini berkurang. Seperti jam-jam mata ajarnya yang tadinya 3 jam, jadi 2 jam. Moral dan akhlak ini masuk pendidikan agama islam dan PMP. Sementara PMP sekarang moralnya engg ada karena diganti PKN. Kurikulum ini perlu ditela’ah bener-bener. Moral itu perlu diperkokoh, kenapa harus dihapuskan?” Begitu kata Suprihatin.

(Red)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Polisi Tangkap Empat Pelaku Penipuan BRI-link di Lampung Timur

Next Post

Ayam Membuat Pria Dewasa Mengoyak Kepala Tetangga Sendiri

Related Posts

Privat: Kejati Hentak Sidang PT LEB Kamis Besok, Arinal, Dr. Syamsudin, dan Marindo Kurniawan Akan Dihadirkan
Bandar Lampung

Thio Stefanus Divonis 3 Tahun Terkait Kasus Lahan Kemenag, Kuasa Hukum: Kami Akan Banding

Apr 29, 2026
Rp6,3 Miliar Hanya untuk 4 Sekolah, Kebijakan Disdik Lampung Dipertanyakan
Bandar Lampung

Rp6,3 Miliar Hanya untuk 4 Sekolah, Kebijakan Disdik Lampung Dipertanyakan

Apr 29, 2026
Ketika Sastra Menghantam, Tafsir Keras Puisi Alfariezie
Bandar Lampung

Ketika Sastra Menghantam, Tafsir Keras Puisi Alfariezie

Apr 29, 2026
Riana Sari Desak Kejati Ungkap Penyertaan Modal Rp10 Miliar PT LEB
Bandar Lampung

Riana Sari Desak Kejati Ungkap Penyertaan Modal Rp10 Miliar PT LEB

Apr 29, 2026
AJI Bandar Lampung: Pengusiran Jurnalis Cederai Kemerdekaan Pers
Bandar Lampung

AJI Bandar Lampung: Pengusiran Jurnalis Cederai Kemerdekaan Pers

Apr 29, 2026
Dari Pemeriksaan ke Penahanan, Arinal Djunaidi Resmi Ditahan
Bandar Lampung

Dari Pemeriksaan ke Penahanan, Arinal Djunaidi Resmi Ditahan

Apr 29, 2026
Next Post
Ayam Membuat Pria Dewasa Mengoyak Kepala Tetangga Sendiri

Ayam Membuat Pria Dewasa Mengoyak Kepala Tetangga Sendiri

Buronan Tindak Pidana Kekerasan Seksual Tertangkap di Menggala Setelah Kabur ke Bandar Lampung

Buronan Tindak Pidana Kekerasan Seksual Tertangkap di Menggala Setelah Kabur ke Bandar Lampung

PPP Kampanyekan Tagline Harga Murah, Kerja Mudah dan Hidup Berkah

PPP Kampanyekan Tagline Harga Murah, Kerja Mudah dan Hidup Berkah

SMA Negeri 1 Kebun Tebu Lambar Gelar Perpisahan Guru PPL IAIN Metro

SMA Negeri 1 Kebun Tebu Lambar Gelar Perpisahan Guru PPL IAIN Metro

Tingkatkan Kemampuan Pengamanan, Kalapas Kalianda Beri Penguatan ke Petugas

Tingkatkan Kemampuan Pengamanan, Kalapas Kalianda Beri Penguatan ke Petugas

banner 300250

Berita Terkini

  • Thio Stefanus Divonis 3 Tahun Terkait Kasus Lahan Kemenag, Kuasa Hukum: Kami Akan Banding
  • Lansia hingga Disabilitas di Pringsewu Terima Bantuan ATENSI Kemensos RI
  • Milad Perdana TTKKBI, Atraksi Silat dan Debus Warnai Perayaan
  • Rp6,3 Miliar Hanya untuk 4 Sekolah, Kebijakan Disdik Lampung Dipertanyakan
  • Ketika Sastra Menghantam, Tafsir Keras Puisi Alfariezie
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In