Tokoh Adat Sukajaya Lempasing Besuk Anak Disabilitas

Features, Pesawaran284 Dilihat

PANTAU LAMPUNG— Dua bocah cacat berat sejak lahir asal warga Desa Sidodadi menjadi perhatian dan kepedulian salah satu Tokoh Adat Makhga Saka Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.

Ahmad Rizal bersama timnya bergerak membesuk dan memberikan bantuan kepada orang tuanya setelah melihat si bocah terbaring lemas berteman alas tikar berbilik papan dengan kondisi sungguh memprihatinkan.

“Ya, kedatangan kami ke sini, selain silaturahmi dan peduli, juga untuk memastikan kondisi kesehatan si bocah maupun keluarganya, karena adanya ini dari informasi Babinsa setempat,” jelas Ahmad Rizal didampingi sang istri, Kadus setempat, Kaur Desa, dan Sahanah.

Gerakan macam ini menurutnya penting untuk memotivasi keluarga agar dapat menjaga anaknya seperti selayaknya.

Rizal juga akan terus menggalang donasi yang akan langsung diberikan kepada orang tuanya.

“Untuk itu, kami akan terus menggalang donasi dari teman-teman yang akan langsung diterima pihak orangtuanya, setelah kami lihat langsung kedua bocah tersebut, kini terbaring dengan kehidupan yang memprihatinkan,” jelasnya, didampingi Babinsa Sertu Maradona.

Ahmad Rizal menambahkan, kedua bocah ini mengalami cacat sejak lahir untuk sama-sama peduli dan berempati kepada anak tunggal Kadarisman, Dika Syaputra (12) dan Putri Kedua Sunta, Nabila (8) warga Dusun 4 Desa Sidodadi.

“Dika Syaputra selain kondisinya memprihatinkan, juga ditinggal sang Ibu yang telah menghadap Sang Khalik, Sang Ayah Kadarisman rela melepas semua pekerjaannya untuk fokus rawat sang anak, begitupun Nabila hal yang sama, semoga bisa mengetuk hati para dermawan dan pemerintah sama-sama ikut peduli,” tandasnya.

Sahanah juga menambahkan, kedua bocah ini penting untuk dibantu dan kondisinya memprihatinkan setelah melihat kondisi putra tunggal Kadarisman, Dika Syaputra (12).

BACA JUGA :   Camat Teluk Pandan Ingatkan Soal Ini di Batu Menyan

“Itu nanti saya bantu peralatan agar asupan makanan bisa masuk ke tubuhnya setelah mendengar keterangan dari Kadus empat dan Kaur setempat,” ujarnya.

Wahyudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *