Kualitas Udara Buruk, Rujukan Pembangunan Malah Masjid, Lupa RTH-kah?

Bandar Lampung, Esai454 Dilihat

Essay Muhammad Alfariezie

“Di mana dan ke mana warga Bandar Lampung bisa berolahraga dalam kerindangan dan warna-warni bunga sejuk tanpa debu atau asap kendaraan, sambil mendengar desir dan terbang serangga?”

Yap, saat kota Bandar Lampung memerlukan Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik bersarana olahraga di tiap kecamatan untuk perbaikan kualitas oksigen warga, justru Pemprov Lampung membangun masjid raya Al Bakrie di atas lahan taman Gajah, Enggal—

yang sejatinya menjadi tulang punggung area bermain keluarga gratis di tengah perkotaan.

Perlu diingat, lembaga IQ Air mencatat pada Juni 2022, Bandar Lampung masuk peringkat 8 penyandang kualitas udara terburuk se-Indonesia.

Sekarang, kurang lebih penduduk Bandar Lampung mencapai 1 juta 68 ribu— bakal mendapat ancaman serius penyakit jantung, bronkritis kronis, asma hingga autisme dan gangguan kesehatan pada hewan karena mengirup udara yang buruk.

Salah satu solusi memperbaiki udara ialah membangun RTH publik dan pembangunannya pun di lokasi mudah akses, yakni tiap kelurahan, karena Bandar Lampung pada tahun 2030 diproyeksikan berstatus metropolitan; bakal padat transportasi, pembangunan hingga industri sebagaimana kota-kota besar layaknya Jakarta sehingga memerlukan area revitalisasi hirupan udara masyarakat.

Akan tetapi, salah satu ASN lingkungan Pemkot Bandar Lampung mengatakan, pembangunan RTH belum masuk skala prioritas pembangunan pemerintah, meskipun saat ini sedang gencar sosialisasi ekonomi berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bandar Lampung Budiman juga mengatakan, pemerintah bukan tak mau membangun RTH publik, namum pembangunannya terkendala dana pembebasan lahan.

Rata-rata, lahan kosong yang tersedia milik swasta serta masyarakat, sehingga pemerintah hanya dapat menghijaukan bawah Fly Over dan jalan.

Tapi yang menarik di tengah keterbatasan RTH ini, justru taman gajah dialihfungsikan melalui Surat Menteri Pemuda dan Olahraga RI Nomor : B-HK.02/9.1.39/MENPORA/IX/2022 tanggal 1 September perihal pengalihfungsian GOR Saburai bahwasanya GOR pengganti akan dibangun dalam PKOR Way Halim.

BACA JUGA :   Pimpin Upacara Bendera dalam Rangka HUT Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana Sebut 3 Misinya

Pembangunan Kawasan Olahraga Terpadu itu sendiri–

Masih sebatas wacana dan belum tahu kapan dimulainya, lalu apakah masyarakat diperbolehkan tanpa retribusi untuk menggunakan fasilitasnya.

Yang menarik lagi, terus terang, Provinsi Lampung telah memiliki masjid Agung AL-Furqon sebagai icon islami masyarakat. Yang membanggakan juga, masjid Agung AL-Furqon dibangun atas gagasan Presiden Soekarno pada tahun 1951.

Pertanyaannya, apakah masjid raya Al-Bakrie diproyeksikan menggantikan icon islami Lampung? Lalu, mengapa Pemrov Lampung bersama Bakrie Group tidak membangun RTH publik, yang jelas manfaatnya sangat diperlukan untuk perbaikan kualitas hirupan udara warga modern.

Kembali mengingat Groundbreaking masjid raya Al-Bakrie itu, selain dibuka langsung Gubernur Arinal Djunaidi dan Wagub Chusnunia Chalim, dihadiri juga tokoh nasional Aburizal Bakrie.

Nama Aburizal Bakrie (Ical) tentu tak asing, tapi populer bagi warga Lampung. Ia anak pengusaha Achmad Bakrie asal Lampung. Selain itu, pernah menjabat ketua umum partai Golkar.

Pembahasan sederhananya lagi adalah—

Mungkinkah Ical hendak bersaing dengan tokoh besar RI Ir. Soekarno yang menggagas masjid agung Al-Furqon sehingga membangun masjid raya Al-Bakrie di atas lahan yang dulu buming sebagai Elephant Park.

Ya, Ical identik dengan Golkar, Soekarno PNI dan PDI Perjuangan. Andai benar, mengapa persaingan pembangunan tidak mengedepankan RTH karena hampir masjid di Lampung tentu mudah ditemukan dalam tiap kelurahan.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *