Dr. Budiono Temui Gino Vanollie hingga Ari Pahala, Bahas Masa Depan Alumni Unila
PANTAU LAMPUNG- Misi menjadikan alumni sebagai mitra strategis Universitas Lampung ternyata bukan hanya wacana.
Bakal Calon Rektor Unila Dr. Budiono benar-benar menemui para alumni dari berbagai latar belakang di sekolah Az Zahra Bandar Lampung pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Di antara para alumni itu ialah Gino Vanollie yang saat ini menjabat Sekretaris Dewan Pendidikan Lampung dan Ari Pahala Hutabarat yang tahun ini meraih penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa.
Budiono mengungkap, kampus berkewajiban menstimulasi kemampuan alumni tidak hanya ketika membutuhkan mereka.
“Unila ini bukan milik kampus, tapi stakeholder terutama alumni. Jangan alumni itu dipanggil ketika diperlukan,” katanya.
Ia sangat yakin alumni Unila memiliki kemampuan untuk mengisi pos-pos di BUMN, kementerian atau penelitian serta membentuk lembaga riset dan advokasi supaya berdampak langsung bagi insdustri dan masyarakat.
“Alumni kita punya kemampuan tapi belum terorganisir. Salah satu contohnya Ari Pahala meraih penghargaan nasional, kemudian ada Wamen Imigrasi itu dari fakultas hukum kita,” kata dia.
Ia pun mencontohkan keberhasilan Universitas Padjajaran yang berhasil mempertanggungjawabkan fungsi instansi terhadap alumni.
“Kalau kita ingat di departemen hukum, itu kebanyakan alumni Unpad. Ini bentuk semangat kebersamaan dengan alumni,” katanya.
Semakin Unila peduli terhadap kebutuhan alumni, menurutnya akan banyak yang menaruh atensi terhadap Universitas Lampung.
“Kalau kita bisa menghargai alumni maka akan banyak orang yang menaruh perhatian untuk Unila,” tuturnya.
Dosen Unila Tuntun Sinaga mengapreasi upaya Dr. Budiono karena menurutnya, kampus tidak bisa lepas dari tanggungjawab untuk terus menyalurkan kebutuhan lulusannya.
“Kampus tidak bisa lepas dari tanggungjawab terhadap lulusannya, jadi ini salah satu program yang bagus agar Unila tak hanya dekat dengan alumni, tapi bisa mengakomodir kebutuhan para alumni. Jadi simplenya gini, kamu sebagai alumni butuh apa, nah kita sebagai instansi, sebagai orang yang telah mentransfer knowledge terhadapmu, kita berikan apa yang kamu perlu,” ujarnya.
Gino Vanollie juga tak mau kalah menjawab pernyataan Budiono tentang tanggung jawab kampus dan peran serta alumni.
Selama ini menurut Gino, kampus seperti menjaga jarak– seperti menara gading sehingga alumni sulit membuka akses komunikasi terkait kebutuhannya dan bagi kebaikan mampus itu sendiri.
“Problem kita adalah problem birokratik yang terlalu jauh. Di kampus (rektorat) ada protokolnya sehingga sangat susah dekat denfan kita (alumni). Kenapa tema ini kita ambil, agar tidak ada lagi problem birokratik dan nyambung kampus dengan masyarakatnya,” ujar lulusan FKIP Unila tersebut.***
