Lapas Kalianda Tingkatkan Kesiapsiagaan, Petugas dan WBP Dilatih Hadapi Kebakaran
PANTAU LAMPUNG- Kebakaran bisa terjadi kapan saja dan membutuhkan respons cepat agar tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar. Karena itu, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda memperkuat kesiapsiagaan dengan menggelar sosialisasi, edukasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran serta pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut petunjuk dan arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait kesiapan menghadapi bencana maupun kondisi darurat di lingkungan pemasyarakatan.
Tak hanya melibatkan internal Lapas dan petugas pemadam kebakaran, Lapas Kalianda juga memperkuat koordinasi dengan unsur TNI dan Polri. Sinergi lintas sektor ini dinilai penting untuk memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi apabila terjadi situasi darurat.
kegiatan diawali dengan apel kesiapsiagaan. Setelah itu, petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mendapatkan edukasi langsung dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lampung Selatan.
Materi yang diberikan mencakup langkah-langkah pencegahan kebakaran, cara menggunakan APAR dengan benar, hingga tindakan awal yang harus dilakukan ketika muncul kondisi darurat.
Tidak berhenti pada teori, peserta kemudian mengikuti simulasi penanganan kebakaran di sejumlah area Lapas, termasuk blok hunian dan dapur. Simulasi tersebut dirancang agar petugas dan WBP memiliki gambaran nyata mengenai respons yang harus dilakukan ketika menghadapi kebakaran.
Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Badarudin, mengatakan kesiapsiagaan tidak boleh dibangun setelah bencana terjadi. Menurutnya, latihan dan simulasi menjadi bagian penting untuk membentuk respons yang cepat sekaligus mencegah kepanikan.
“Kita tidak boleh menunggu kebakaran terjadi baru bertindak. Dengan simulasi ini, petugas dan warga binaan dilatih untuk memahami risiko, tidak panik, serta mampu melakukan tindakan awal secara cepat dan tepat. Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama,” ujar Badarudin.
Menurutnya, pemahaman mengenai prosedur penanganan keadaan darurat harus dimiliki seluruh pihak yang berada di lingkungan Lapas. Dengan begitu, ketika menghadapi kondisi yang tidak diinginkan, setiap orang dapat mengambil langkah sesuai peran masing-masing.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lampung Selatan, Sefri Masdian, menegaskan bahwa latihan secara langsung menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan kemampuan menghadapi kebakaran.
“Kesiapsiagaan harus dibangun sebelum kejadian. Melalui sosialisasi dan simulasi ini, peserta mendapatkan pengalaman langsung mengenai tindakan awal pemadaman dan pentingnya koordinasi. Harapannya, risiko dan dampak kebakaran dapat diminimalkan,” kata Sefri Masdian.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya Lapas Kalianda dalam memperkuat mitigasi risiko kebakaran. Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas, kegiatan ini juga memberikan pemahaman kepada WBP mengenai pentingnya menjaga keselamatan dan mengikuti prosedur ketika terjadi keadaan darurat.
Dengan menggandeng Damkar, TNI, dan Polri, Lapas Kalianda berupaya membangun sistem kesiapsiagaan yang lebih solid sehingga lingkungan pemasyarakatan tetap aman, tertib, dan tanggap menghadapi berbagai potensi keadaan darurat.
Pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut sederhana, tetapi penting: cegah sebelum terjadi, siaga saat menghadapi, dan selalu utamakan keselamatan.***
