Nurul Hadiansyah Pimpin Golkar Pardasuka, Ririn Kuswantari: Kantor Partai Harus Jadi Rumah Aspirasi
PANTAU LAMPUNG- Partai Golkar Kecamatan Pardasuka kini punya nahkoda baru. Nurul Hadiansyah resmi terpilih sebagai Ketua Partai Golkar Kecamatan Pardasuka untuk periode lima tahun ke depan.
Nurul Hadiansyah terpilih melalui Musyawarah Kecamatan atau Muscam Partai Golkar yang digelar di Balai Pekon Pujodadi, Kecamatan Pardasuka, Minggu (6/9/2026).
Menariknya, proses pemilihan berlangsung tanpa drama. Nurul menjadi calon tunggal dan akhirnya terpilih secara aklamasi setelah mendapatkan kepercayaan dari peserta Muscam.
Dengan terpilihnya Nurul Hadiansyah, Golkar Pardasuka kini bersiap memperkuat barisan, merangkul masyarakat dan memperbesar peran partai hingga ke tingkat akar rumput.
Muscam Golkar Pardasuka Turut Dihadiri Ketua DPD
Muscam Partai Golkar Kecamatan Pardasuka turut dihadiri langsung Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pringsewu, Ririn Kuswantari.
Sejumlah jajaran pengurus DPD Golkar Pringsewu juga hadir, di antaranya Sekretaris DPD Al Muzani, Bendahara Euis Dela Putri, Anton Subagyo, Lusi Ariyanti serta Ahmad Hijar atau Aceng.
Tak hanya kader dan pengurus partai, kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari unsur pimpinan kecamatan.
Jajaran Uspika Kecamatan Pardasuka, termasuk Bhabinkamtibmas, Babinsa dan pihak kecamatan, turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Suasana Muscam pun berlangsung penuh semangat dan menjadi momentum konsolidasi bagi kader Golkar di Kecamatan Pardasuka.
Kantor Golkar Harus Jadi Tempat Warga Curhat
Dalam arahannya, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pringsewu Ririn Kuswantari kembali menegaskan pesan penting kepada seluruh kader.
Menurut Ririn, kantor Partai Golkar di semua tingkatan, termasuk tingkat kecamatan, harus menjadi rumah aspirasi bagi masyarakat.
Artinya, kantor partai jangan hanya ramai ketika ada agenda politik atau menjelang pemilu.
Lebih dari itu, kantor partai harus menjadi tempat masyarakat datang untuk menyampaikan keluhan, persoalan dan aspirasi.
“Partai Golkar harus siap menampung semua keluhan dan aspirasi masyarakat,” pesan Ririn.
Menurutnya, partai politik harus benar-benar hadir di tengah masyarakat dan mampu menjadi jembatan dalam memperjuangkan berbagai persoalan warga.
Golkar Jangan Jauh dari Rakyat
Ririn optimistis kepemimpinan Nurul Hadiansyah mampu membawa Partai Golkar Kecamatan Pardasuka semakin berkembang.
Namun, ada satu pesan penting yang ia titipkan kepada seluruh kader.
Golkar harus dekat dengan rakyat.
Kader partai diminta tidak membangun jarak dengan masyarakat, tetapi justru harus mampu merangkul berbagai lapisan warga.
Sebab, menurut Ririn, tujuan akhir dari seluruh kerja politik bukan hanya soal jabatan atau kekuasaan.
Yang paling utama adalah kesejahteraan masyarakat.
“Kerja-kerja politik tujuan akhirnya adalah kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tugas partai politik dan anggota dewan adalah peka terhadap kondisi masyarakat.
Ketika ada persoalan, kader dan wakil rakyat diharapkan tidak hanya mendengar, tetapi juga ikut mencari jalan keluar.
Nurul Hadiansyah Siap Gas Besarkan Golkar Pardasuka
Sementara itu, Ketua Partai Golkar Kecamatan Pardasuka terpilih, Nurul Hadiansyah, menyampaikan terima kasih kepada seluruh Pimpinan Desa atau Pimdes yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
Nurul mengaku siap mengemban amanah untuk memimpin Golkar Pardasuka selama lima tahun ke depan.
Ia berkomitmen bekerja maksimal untuk memperkuat organisasi dan membesarkan Partai Golkar di wilayah Kecamatan Pardasuka.
Kepercayaan yang diberikan kepadanya, menurut Nurul, menjadi tanggung jawab besar yang harus dijalankan bersama seluruh kader.
Dengan semangat kebersamaan, ia berharap Golkar Pardasuka bisa semakin solid dan aktif hadir di tengah masyarakat.
“Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Saya akan bekerja maksimal untuk membesarkan Partai Golkar di Kecamatan Pardasuka,” ujarnya.
Aklamasi Tanpa Drama, Saatnya Kerja Bareng
Terpilihnya Nurul Hadiansyah secara aklamasi menjadi awal baru bagi perjalanan Partai Golkar di Kecamatan Pardasuka.
Tak ada persaingan panjang. Tak ada drama perebutan kursi.
Kini, tantangan sebenarnya justru baru dimulai.
Bagaimana kepengurusan baru mampu menjaga kekompakan, memperluas jaringan hingga tingkat desa, mendengar aspirasi masyarakat dan menghadirkan program yang benar-benar dirasakan warga.
Bagi Nurul dan jajaran pengurus Golkar Pardasuka, lima tahun ke depan bukan sekadar periode kepengurusan.
Ini menjadi momentum untuk membuktikan bahwa partai politik bisa hadir bukan hanya saat membutuhkan suara rakyat, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan tempat untuk menyampaikan suara.
Golkar Pardasuka kini punya nahkoda baru.
Nurul Hadiansyah sudah dipercaya memegang kemudi.
Pertanyaannya sekarang, sejauh mana Golkar Pardasuka mampu melaju dan semakin dekat dengan hati masyarakat?***
