Bandar LampungBerita

Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Dua Lansia di Way Kanan Berharap Perhatian Pemerintah

PANTAU LAMPUNG- Kondisi kehidupan dua kakak beradik lanjut usia (lansia), Asmiyati dan Tukiman, warga Kampung Sukarame, Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan, Lampung, mengundang keprihatinan. Keduanya hidup dalam keterbatasan ekonomi dan menghadapi kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah maupun pihak terkait.

Asmiyati dan Tukiman tinggal di sebuah rumah dengan kondisi yang sudah tidak layak huni. Bangunan yang mulai rusak dipadukan dengan lingkungan yang dipenuhi rumput liar menggambarkan beratnya kehidupan yang mereka jalani. Perabotan rumah tangga, termasuk tempat tidur yang digunakan sehari-hari, juga sudah tidak layak digunakan.

Kepala Dusun 7 Kampung Sukarame, Eka Indra, menjelaskan bahwa Asmiyati telah lama menetap di lokasi tersebut. Ia memiliki seorang anak yang saat ini tinggal di Provinsi Bengkulu. Namun, kondisi ekonomi anaknya diduga juga terbatas sehingga belum mampu memberikan bantuan secara maksimal. Sementara itu, Tukiman diketahui tidak memiliki anak.

“Awalnya kehidupan mereka berjalan normal. Namun sejak Asmiyati ditinggal suaminya dan Tukiman ditinggal istrinya, kondisi kesehatan keduanya semakin menurun hingga sekarang,” ujar Eka Indra.

Saat awak media mengunjungi kediaman mereka pada Selasa (28/7/2026), kondisi keduanya terlihat sangat memprihatinkan. Pakaian yang dikenakan tampak kusam dan kurang terawat, sementara pekarangan rumah dipenuhi semak serta rumput liar yang belum dibersihkan.

Pemerintah Kampung Sukarame diketahui telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada kedua lansia tersebut. Namun, bantuan itu dinilai belum mampu mencukupi kebutuhan hidup mereka dalam jangka panjang. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Asmiyati dan Tukiman juga sesekali mendapatkan bantuan dari warga sekitar yang peduli terhadap kondisi mereka.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, awak media Erwan Ependi turut memberikan bantuan pribadi kepada kedua lansia tersebut. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka meski hanya untuk sementara waktu.

Selain menghadapi keterbatasan ekonomi, Asmiyati dan Tukiman juga disebut mengalami gangguan kesehatan mental sehingga membutuhkan pendampingan dan perhatian yang lebih intensif.

Melihat kondisi tersebut, diharapkan Pemerintah Kabupaten Way Kanan, Dinas Sosial, serta instansi terkait dapat memberikan perhatian khusus kepada kedua lansia tersebut. Dukungan berupa bantuan sosial berkelanjutan, pendampingan, hingga pelayanan kesehatan secara rutin diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

Selain itu, tenaga medis juga diharapkan dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, setidaknya satu kali setiap bulan, agar kondisi kesehatan Asmiyati dan Tukiman terus terpantau serta memperoleh penanganan yang dibutuhkan.

Kisah Asmiyati dan Tukiman menjadi potret bahwa kepedulian terhadap masyarakat lanjut usia yang hidup dalam keterbatasan masih sangat diperlukan. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata agar keduanya dapat menjalani hari tua dengan kehidupan yang lebih layak dan bermartabat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *