PANTAU LAMPUNG- Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai sebuah rumah sederhana di Perumahan Griya Damai, Bandar Lampung, Jumat (29/5/2026). Jurnalis senior Kompas.com, Tri Purna Jaya, yang tengah menjalani masa pemulihan akibat penyakit Ensefalopati Hepatik, mendapat kunjungan istimewa dari Inspektur Jenderal Polisi Helmy Santika.
Mantan Kapolda Lampung yang kini menjabat sebagai Perwira Tinggi Itwasum Polri itu sengaja datang untuk memberikan dukungan moral sekaligus menyemangati sahabat lamanya yang sedang berjuang memulihkan kesehatan.
Pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan formal antara pejabat dan insan pers. Keduanya telah lama menjalin hubungan pertemanan yang erat sejak Helmy bertugas di Lampung. Kesamaan hobi bermain gitar dan kecintaan terhadap musik menjadi salah satu pengikat persahabatan mereka.
Dalam suasana santai dan penuh canda, Helmy meminta Tri untuk fokus pada proses penyembuhan dan tidak terbebani oleh aktivitas pekerjaan. Menurutnya, kesehatan harus menjadi prioritas utama sebelum kembali menjalani rutinitas sebagai jurnalis.
“Jangan dulu memikirkan pekerjaan. Fokus sembuh dan pulihkan kondisi tubuh. Pekerjaan bisa menunggu, tetapi kesehatan adalah yang utama,” pesan Helmy.
Ia juga mengingatkan bahwa profesi wartawan memiliki tingkat tekanan yang cukup tinggi, mulai dari jam kerja yang tidak menentu hingga pola hidup yang kerap mengabaikan waktu istirahat dan kesehatan.
Untuk menghidupkan suasana, Helmy turut memperdengarkan lagu ciptaannya yang berjudul “Teman Sejati”. Lagu tersebut menjadi simbol persahabatan, kepedulian, dan dukungan di tengah masa sulit yang sedang dihadapi Tri.
Kehadiran Helmy membawa semangat baru bagi Tri Purna Jaya. Ia mengaku terharu dan tidak menyangka akan mendapat perhatian langsung dari sahabat yang kini mengemban tugas penting di institusi Polri.
“Saya benar-benar terharu. Kehadiran beliau memberikan semangat yang luar biasa bagi saya untuk terus berjuang dan segera pulih,” ujar Tri.
Bagi Tri, kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa persahabatan sejati tidak mengenal batas jabatan maupun profesi. Kehangatan yang tercipta selama pertemuan membuat dirinya merasa sedang berbincang dengan seorang sahabat lama, bukan dengan seorang jenderal polisi.
Momen tersebut menjadi gambaran nyata bahwa nilai kemanusiaan, kepedulian, dan persahabatan tetap menjadi kekuatan yang mampu memberikan harapan di tengah ujian kehidupan.***








