PANTAU LAMPUNG- Gelombang keluhan warga soal infrastruktur, kesejahteraan aparatur, dan polemik pendidikan memuncak di Bandar Lampung. Seruan terbuka muncul di ruang publik: para influencer dan kreator konten diminta turun langsung, merekam, dan menyuarakan kondisi kota secara faktual agar perhatian publik meluas.
Jalan Berlubang dan Kepercayaan Publik yang Terkikis
Keluhan paling kasatmata datang dari kondisi jalan berlubang di berbagai titik kota. Warga menilai perbaikan belum merata dan kerap bersifat sementara. Di tengah situasi itu, perbincangan publik juga menyorot prioritas belanja daerah, termasuk kabar alokasi hibah bernilai besar kepada institusi tertentu yang dinilai kontras dengan kebutuhan dasar di lapangan.
“Lubang di jalan bukan cuma merusak kendaraan, tapi juga merusak kepercayaan,” ujar seorang warga yang ditemui di kawasan pusat kota.
Kesejahteraan Aparatur dan Tenaga Pendidikan Disorot
Selain infrastruktur, isu kesejahteraan aparatur tingkat bawah ikut mencuat. Sejumlah RT dan anggota Linmas disebut menunggu hak yang belum cair, sementara guru honorer tetap menjalankan tugas di tengah keterbatasan.
Pengamat kebijakan publik menilai, konsistensi pembayaran dan transparansi anggaran menjadi kunci memulihkan kepercayaan.
Polemik Pendidikan dan Sorotan pada Tata Kelola
Perbincangan publik juga menyinggung polemik pendidikan, termasuk kabar aliran anggaran kepada lembaga pendidikan yang legalitas dan administrasinya diperdebatkan. Warga mempertanyakan mekanisme pengawasan dan akuntabilitas penggunaan dana publik.
Seorang aktivis pendidikan menyatakan, “Kecepatan realisasi anggaran harus sejalan dengan kejelasan administrasi dan manfaat langsung bagi peserta didik.”
Seruan Terbuka kepada Influencer dan Kreator Konten
Di tengah kebuntuan komunikasi, muncul seruan agar influencer lokal mendokumentasikan kondisi riil kota. Harapannya, liputan independen berbasis data visual dapat mendorong dialog yang lebih terbuka antara warga dan pemerintah.
Respons Pemerintah Kota
Pemerintah Kota melalui pernyataan sebelumnya menegaskan komitmen pembenahan infrastruktur dan peningkatan layanan publik secara bertahap. Wali Kota Eva Dwiana juga menyebut pembangunan akan difokuskan pada prioritas kebutuhan warga sesuai kemampuan fiskal daerah.***








