PANTAU LAMPUNG- Longsoran bahu jalan dan lubang menganga di kawasan Palapa, Bandar Lampung, kembali menjadi sorotan publik. Kondisi yang membahayakan pengendara ini memicu kritik terhadap prioritas anggaran Pemkot, terutama di tengah kebijakan hibah besar untuk pembangunan gedung Kejati Lampung.
Longsoran Bahu Jalan Palapa Belum Tersentuh Perbaikan
Temuan jalan rusak terlihat pada Rabu, 11 Februari 2026, di sepanjang tembusan Rumah Sakit Bumi Waras hingga Pindang Meranjat, Riu Palapa. Di lokasi tersebut, longsoran bahu jalan tampak menganga cukup lebar dan dalam. Selain itu, sejumlah lubang di badan jalan juga belum mendapatkan perbaikan.
Warga sekitar mengaku tidak mengetahui secara pasti sejak kapan longsoran bahu jalan Palapa itu terjadi. Namun kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengendara, khususnya pada malam hari atau saat hujan turun.
“Kalau malam cukup berisiko, apalagi penerangan minim. Takutnya ada pengendara yang tidak melihat longsoran itu,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Sorotan terhadap Prioritas Anggaran
Kondisi longsoran bahu jalan Palapa ini memunculkan pertanyaan publik mengenai prioritas anggaran Pemerintah Kota Bandar Lampung. Pasalnya, di saat infrastruktur jalan lingkungan belum sepenuhnya tertangani, Pemkot diketahui mengalokasikan hibah sekitar Rp60 miliar untuk pembangunan gedung Kejati Lampung.
Kebijakan tersebut menimbulkan perdebatan. Sebagian pihak menilai hibah merupakan kewenangan pemerintah daerah, namun publik juga mempertanyakan urgensi dan proporsinya dibanding kebutuhan mendesak seperti perbaikan jalan rusak.
Sejumlah pengamat kebijakan daerah menilai, keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama. Infrastruktur dasar seperti jalan dan drainase dinilai berdampak langsung pada aktivitas dan keamanan warga.
Respons Politik dan Dinamika Publik
Isu longsoran bahu jalan Palapa juga menyeret dinamika politik lokal. Nama Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana kembali menjadi sorotan, terutama terkait komitmen perbaikan infrastruktur kota.
Dalam Pilkada 2024 lalu, Eva Dwiana sempat menyinggung pentingnya melihat langsung kondisi jalan di Bandar Lampung. Kini, muncul kritik bahwa masih ada titik-titik yang membutuhkan perhatian serius, termasuk longsoran bahu jalan Palapa.
Di sisi lain, beredar pula kabar mengenai kedatangan Jamwas Kejagung ke Lampung yang dikaitkan dengan aliran dana hibah pembangunan gedung Kejati. Meski belum ada pernyataan resmi yang menghubungkan langsung kedua isu tersebut, perbincangan publik terus berkembang.
Harapan Warga terhadap Perbaikan Jalan
Masyarakat berharap longsoran bahu jalan Palapa segera ditangani agar tidak menimbulkan kecelakaan. Perbaikan cepat dinilai penting untuk menjaga keselamatan pengendara sekaligus membangun kepercayaan terhadap tata kelola anggaran daerah.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemkot Bandar Lampung terkait jadwal perbaikan di lokasi tersebut.***











