PANTAU LAMPUNG — Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menegaskan bahwa Hari Raya Idul Adha lebih dari sekadar ritual penyembelihan hewan kurban. Menurutnya, Idul Adha adalah momen penting untuk menginternalisasi nilai ihsan — kesempurnaan dalam beribadah dan sikap hidup yang penuh keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama.
Dalam sambutannya di Masjid Jami Baiturrohman, Pekon Semarang Jaya, Kecamatan Air Hitam, Parosil mengajak seluruh umat Islam untuk meneladani keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam pengorbanan dan ketaatan tanpa batas kepada Allah SWT.
“Idul Adha mengingatkan kita bahwa pengorbanan tidak hanya sebatas hewan kurban, tetapi juga pengorbanan hati dan jiwa dalam menjalani kehidupan yang penuh ihsan dan kasih sayang,” ujar Parosil yang akrab disapa Pak Cik.
Di tengah tantangan zaman yang kian modern dan materialistis, ia mengingatkan agar umat tidak terjebak pada sikap individualistis dan egoisme yang bisa merusak solidaritas sosial. Idul Adha, menurutnya, adalah panggilan untuk memperkuat gotong royong, saling membantu, dan berbagi dengan ikhlas.
“Semoga semangat berkurban ini dapat menjadi energi positif untuk membangun Lampung Barat yang religius, adil, dan berkeadaban,” tutup Parosil.***












