• Redaksi
  • Tentang Kami
Rabu, Januari 21, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Berita

Batas Usia Kerja dan Tantangan Penegakan Hukum

MeldaEditorMelda
Mei 30, 2025
A A
Batas Usia Kerja dan Tantangan Penegakan Hukum
ADVERTISEMENT

Penta Peturun

PANTAU LAMPUNG- “Negara ini milik siapa? Apakah hanya milik mereka yang muda, yang berkulit kencang, yang wajahnya cocok di iklan rekrutmen?”

Ini bukan sekadar kajian hukum. Ini suara yang lahir dari lapangan kerja, dari wajah-wajah buruh yang ditolak karena usia, dari pabrik-pabrik yang terus berdetak tanpa suara para veteran kerja yang dikucilkan. Meninjau ulang paradigma rekrutmen dan merumuskan ulang arah keadilan ketenagakerjaan di Indonesia.

BeritaTerkait

Lampung Selatan Peringati Hari Pahlawan ke-80: Semangat Juang Masa Kini di Bawah Langit Bumi Khagom Mufakat

Skandal Kembar Ganda Walikota Bandarlampung Mengguncang Lampung: Forum Muda Lampung Desak Mabes Polri Ambil Alih Kasus, Integritas Penegak Hukum di Ambang Kehancuran

Orang-orang itu datang pagi-pagi benar. Sebelum matahari menembus kabut tipis dan sebelum ayam desa sempat memekik dua kali. Mereka berkumpul di ujung jalan tanah, memegang spanduk merah yang kainnya sobek di beberapa sudut, tapi huruf putihnya masih jelas: “TOLAK BATAS UMUR KERJA.” Wajah mereka keras. Keringatnya dari kemarin. Sisa lapar dari kemarinnya lagi. Tubuh mereka kering, tapi mata mereka membara. Bukan karena marah saja. Tapi karena harapan yang disempitkan sistem yang menyebut dirinya modern tapi memuja batas usia seolah waktu bekerja hanya milik muda.

Ini adalah suara yang tumbuh dari perut perlawanan. Ia lahir dari duka para buruh yang telah melewati usia 35, lalu dianggap sampah oleh sistem yang menyebut dirinya adil. Mereka tidak cacat, tidak buta huruf, tidak bodoh. Mereka hanya… lebih tua. Dan karena itu, tak diberi peluang kerja. Karena itu pula, mereka dianggap usang, tidak produktif, tidak adaptif.

ADVERTISEMENT

Padahal, siapa yang lebih tahu denyut mesin kalau bukan yang telah mengoperasikannya selama belasan tahun? Siapa yang lebih hafal suara retak pipa pabrik selain yang telah memeriksanya berkali-kali dalam gelap? Siapa yang paling tangguh di bawah matahari selain yang mengangkat karung semen sejak belum ada kartu identitas? Tapi sistem ini berkata lain. Ia punya hitungan sendiri. Usia 30 tahun ke atas, maka Anda sudah terlalu tua untuk dianggap ‘potensial’. Anda bukan aset, Anda liabilitas.

Suara-suara yang tak terdengar. Ia menyusun kalimat dari laporan BPJS yang diam-diam menunjukkan peningkatan pengangguran usia menengah. Merajut data dari BPS yang tak sempat dibaca elit karena terlalu sibuk mengurus investasi.
Di konstitusi, Pasal 27 ayat (2) mestinya menjadi perisai buruh, tapi kini hanya menjadi poster usang di dinding ruang sidang.

Gambar ini, menjadikannya tajam. Menghitung betapa mahalnya harga diskriminasi. Negara kehilangan milyaran rupiah dari pajak yang seharusnya dibayar oleh para pekerja berpengalaman jika saja mereka tak didepak dari bursa kerja. Perusahaan merugi karena harus melatih tenaga baru dari nol, hanya karena takut pada usia. Dan masyarakat menanggung beban sosial, karena orang-orang yang dulu menjadi tulang punggung kini menggantungkan hidup pada bantuan sosial yang tak pasti.

Namun, gambar ini bukan hanya kumpulan keluhan. Sodoran solusi. Tegas. Sistematis. Hilal mulai muncul. Negara menampakan wajah, terbit Surat Edaran Menaker No. M/6/HK.04/V/2025, soal diskriminasi pembatasan para pencaker. Semua tidak berhenti pada Surat Edaran Menaker yang masih apa adanya. Hanya memberi imbauan tanpa sanksi, seperti gurauan yang dibungkus stempel negara. Semua menuntut regulasi yang mengikat. Menawarkan insentif fiskal bagi perusahaan yang bersedia mempekerjakan buruh usia 40 tahun ke atas. Mendorong digitalisasi pengawasan ketenagakerjaan yang transparan. Mendesak perubahan paradigma, dari “usia adalah hambatan” menjadi “pengalaman adalah kekuatan”.

Pemikiran Prof. Yassierli, ahli ergonomi kerja yang membuktikan bahwa usia bukan penentu produktivitas, melainkan sistem kerja-lah yang harus disesuaikan. Dengan pendekatan design thinking, pekerjaan bisa dirancang untuk siapa saja, selama sistemnya memanusiakan manusia.

Dengan duet Immanuel Ebenezer, sebagai “media darling”, berteriak disetiap pojok pabrik se-republik. Tidak berhenti di ruang sidang atau ruang dosen. Turun ke jalan. membawa suara demonstran di depan pabrik yang menolak batas umur kerja. Ia menuliskan dengan jelas: “Ini bukan hanya tentang pekerjaan, tapi tentang hak untuk dihargai, bahkan setelah uban mulai tumbuh.” Seperti maklumat. Bukan hanya untuk kementerian, tapi juga untuk setiap HRD, setiap direksi perusahaan, setiap pengambil keputusan yang masih mengukur manusia dengan angka usia.

“Negara ini milik siapa?”.
“Apakah hanya milik mereka yang muda, yang berkulit kencang, yang wajahnya cocok di iklan rekrutmen?”

“Hukum tak boleh tua sebelum menua bersama rakyatnya.”***

Source: Arief Mulyadin
Tags: #ASNBandarlampungEkaAfrianaPemalsuanData
ShareTweetSendShare
Previous Post

Digerebek Saat Konsumsi Sabu, Pria Asal Way Sulan Diciduk Polisi di Candipuro

Next Post

Skandal Data ASN: LSM Pro Rakyat Desak Investigasi Dugaan Pemalsuan oleh Kadisdikbud Bandar Lampung

Related Posts

Lapas Kalianda Dorong WBP Melek Huruf Demi Masa Depan Lebih Baik
Berita

Lapas Kalianda Dorong WBP Melek Huruf Demi Masa Depan Lebih Baik

Jan 21, 2026
Birokrasi Makan Anggaran Kesehatan, DPRD Minta Evaluasi Total
Bandar Lampung

Birokrasi Makan Anggaran Kesehatan, DPRD Minta Evaluasi Total

Jan 21, 2026
Angka Rendah Bukan Alasan Santai, Lampung Tengah Tetap Gas Perlindungan Anak
Berita

Angka Rendah Bukan Alasan Santai, Lampung Tengah Tetap Gas Perlindungan Anak

Jan 21, 2026
Motor Ludes Usai Transaksi Online, Pelaku Ditangkap di Rumah Kos
Bandar Lampung

Motor Ludes Usai Transaksi Online, Pelaku Ditangkap di Rumah Kos

Jan 21, 2026
Kisruh Internal Segala Mider, Kepemimpinan Kadinkes Bandar Lampung Dipertanyakan
Bandar Lampung

Kisruh Internal Segala Mider, Kepemimpinan Kadinkes Bandar Lampung Dipertanyakan

Jan 21, 2026
Natal di Balik Jeruji, Lapas Kalianda Bangun Harapan Warga Binaan
Berita

Natal di Balik Jeruji, Lapas Kalianda Bangun Harapan Warga Binaan

Jan 20, 2026
Next Post
Skandal Data ASN: LSM Pro Rakyat Desak Investigasi Dugaan Pemalsuan oleh Kadisdikbud Bandar Lampung

Skandal Data ASN: LSM Pro Rakyat Desak Investigasi Dugaan Pemalsuan oleh Kadisdikbud Bandar Lampung

DPRD Lampung Selatan Beri Penghormatan Terakhir untuk Made Sukintre dalam Prosesi Ngaben

DPRD Lampung Selatan Beri Penghormatan Terakhir untuk Made Sukintre dalam Prosesi Ngaben

Lampung Mendunia di Shandong: Gubernur Mirza Raih Peluang Emas Bersama 24 Negara

Lampung Mendunia di Shandong: Gubernur Mirza Raih Peluang Emas Bersama 24 Negara

Liburan Tenang, Transaksi Jalan Terus! BRImo Tetap Aktif Selama Libur Panjang Akhir Mei

Liburan Tenang, Transaksi Jalan Terus! BRImo Tetap Aktif Selama Libur Panjang Akhir Mei

Kecanduan Judi Slot, Pria di Pringsewu Nekat Curi HP di Enam Lokasi Berbeda

Kecanduan Judi Slot, Pria di Pringsewu Nekat Curi HP di Enam Lokasi Berbeda

banner 300250

Berita Terkini

  • (tanpa judul)
  • Lapas Kalianda Dorong WBP Melek Huruf Demi Masa Depan Lebih Baik
  • Parkir Bus Itu Ejekan, Mourinho Menyebutnya Strategi Bertahan Hidup
  • Birokrasi Makan Anggaran Kesehatan, DPRD Minta Evaluasi Total
  • The Best Online Slots Offers: A Comprehensive Review
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In