PANTAU LAMPUNG- Sejumlah situs media yang tergabung dalam Djadin Media Grup dilaporkan mengalami serangan siber berupa Distributed Denial of Service (DDoS) sejak Selasa (8/4/2026) hingga Rabu (9/4/2026).
Serangan tersebut menargetkan beberapa portal berita yang berada di bawah naungan perusahaan tersebut, di antaranya Lampung Insider, Pantau Media, Pantau Finance, Muda Belia, Samudera News, Djadin Media, Pesawaran Inside, serta Inside Politik.
Serangan DDoS diketahui bertujuan membanjiri lalu lintas situs sehingga menyebabkan gangguan akses hingga berpotensi melumpuhkan layanan website.
Pimpinan Umum Djadin Media Grup, Arief Mulyadin, menduga serangan tersebut memiliki kaitan dengan salah satu pemberitaan yang dipublikasikan sebelumnya.
Menurutnya, meski serangan berlangsung dalam intensitas tertentu, hingga saat ini belum mampu melumpuhkan seluruh sistem secara bersamaan.
“Ada lebih dari delapan media yang terdampak, namun sejauh ini masih bisa kami atasi. Serangannya belum sampai melumpuhkan secara total,” ujarnya.
Arief juga menyampaikan dugaan bahwa serangan tersebut berasal dari pihak tertentu yang memiliki kepentingan terhadap pemberitaan.
Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan secara pasti sumber serangan tersebut dan masih terus melakukan pemantauan serta penguatan sistem keamanan siber.
Insiden ini menjadi perhatian karena menunjukkan potensi ancaman terhadap kebebasan pers di era digital, di mana serangan siber dapat digunakan sebagai alat untuk mengganggu distribusi informasi kepada publik.
Djadin Media Grup menyatakan akan terus meningkatkan sistem keamanan dan memastikan seluruh platform tetap dapat diakses oleh masyarakat.***







