• Redaksi
  • Tentang Kami
Minggu, Maret 15, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Berita

LSM PRO RAKYAT Evaluasi Setahun Kepemimpinan Saleh–Agus di Tanggamus

MeldaEditorMelda
Mar 15, 2026
A A
LSM PRO RAKYAT Evaluasi Setahun Kepemimpinan Saleh–Agus di Tanggamus
ADVERTISEMENT

PANTAU LAMPUNG- Genap satu tahun kepemimpinan Bupati Tanggamus Hi. Mohammad Saleh Asnawi bersama Wakil Bupati Agus Suranto, LSM PRO RAKYAT melontarkan evaluasi terhadap jalannya pemerintahan di Kabupaten Tanggamus. Organisasi tersebut menilai slogan “Jalan Lurus Membangun Tanggamus” tidak cukup hanya digaungkan, tetapi harus dibuktikan melalui kerja nyata yang benar-benar dirasakan masyarakat.

LSM PRO RAKYAT menegaskan, jika tidak disertai langkah konkret, jargon perubahan itu dikhawatirkan hanya akan menjadi hiasan politik semata, bukan arah pembangunan yang sungguh-sungguh membawa dampak bagi rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum LSM PRO RAKYAT Aqrobin AM bersama Sekretaris Umum Johan Alamsyah, S.E., saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor LSM PRO RAKYAT, Pahoman, Bandar Lampung, Kamis (12/3/2026).

BeritaTerkait

Laskar Lampung Desak Polda Ungkap Aktor Besar di Balik Tambang Emas Ilegal Way Kanan

Transparansi APBD Bandar Lampung Disorot Jelang Opini Audit BPK

Menurut Aqrobin AM, satu tahun pertama pemerintahan Saleh–Agus memang dapat disebut sebagai masa peletakan fondasi. Namun masyarakat Tanggamus saat ini tidak lagi membutuhkan retorika, melainkan menunggu pembuktian nyata atas seluruh program kerja yang pernah dijanjikan kepada publik.

“Satu tahun pertama ini tidak boleh dijadikan alasan untuk berpuas diri. Rakyat Tanggamus tidak butuh pencitraan, tidak butuh kemasan narasi, dan tidak butuh slogan kosong. Rakyat butuh hasil nyata. Seluruh 11 program kerja yang dijanjikan harus diwujudkan secara terukur dan benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat,” tegas Aqrobin.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, LSM PRO RAKYAT mengakui bahwa dalam satu tahun terakhir terdapat sejumlah indikator awal yang dapat dicatat. Salah satunya adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tanggamus yang mencapai angka 71,36. Capaian tersebut dinilai sebagai sinyal awal bahwa pembangunan sumber daya manusia mulai bergerak.

Di sektor kesehatan, langkah awal seperti rencana pembangunan RSUD Talang Padang serta pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) juga dinilai sebagai agenda strategis, khususnya untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah utara Tanggamus.

Selain itu, beberapa langkah lain seperti pengendalian inflasi daerah, pembenahan tata kelola sumber daya manusia, pemberian beasiswa bagi pelajar pondok pesantren, serta insentif bagi guru ngaji dan perangkat pekon dinilai sebagai bagian dari realisasi awal yang positif.

Namun Sekretaris Umum LSM PRO RAKYAT Johan Alamsyah menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut akan kehilangan arah apabila birokrasi tidak ditata secara profesional.

Ia menilai keberhasilan program pemerintah daerah sangat ditentukan oleh kualitas mesin birokrasi. Karena itu, penataan jabatan harus dilakukan secara tegas berdasarkan sistem merit.

“Kalau ingin 11 program kerja itu berhasil, maka syarat pertama adalah birokrasi harus sehat. Penataan pejabat harus berdasarkan merit system—kompetensi, integritas, kapasitas, dan rekam jejak. Bukan karena kedekatan, relasi keluarga, atau kepentingan kelompok,” ujar Johan.

Menurutnya, setiap aparatur sipil negara (ASN) memiliki hak moral untuk memperoleh kesempatan yang adil dalam meniti jenjang karier.

“Setiap ASN pasti punya harapan untuk berkarier secara sehat sampai ke puncaknya. Pemerintah daerah wajib menjamin itu. Jangan sampai birokrasi dikelola secara keluarga sentris, karena jika itu terjadi maka tujuan besar pembangunan akan melenceng dari harapan rakyat,” tegasnya.

LSM PRO RAKYAT menilai pola keluarga sentris dalam birokrasi tidak hanya mencederai rasa keadilan aparatur, tetapi juga berpotensi melahirkan stagnasi organisasi, ketidakpercayaan internal, serta menurunkan efektivitas pemerintahan.

Selain persoalan birokrasi, organisasi tersebut juga menyoroti arah pembangunan di sektor pendidikan. Menurut mereka, Tanggamus tidak akan benar-benar maju jika pendidikan hanya dipandang sebagai urusan proyek fisik.

Aqrobin AM menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak dini, terutama pada jenjang pendidikan dasar.

“Kalau Tanggamus ingin maju, jangan hanya sibuk membangun gedung. Yang paling penting adalah membangun manusianya. Pembinaan SDM harus dimulai sejak anak-anak berada di bangku SD dan SMP. Di situlah karakter dan masa depan daerah dibentuk,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, LSM PRO RAKYAT menekankan agar Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus lebih fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dasar, bukan sekadar rutinitas administratif atau proyek pembangunan.

Johan Alamsyah juga menegaskan bahwa orientasi pembangunan pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan gedung sekolah.

“Kepala Dinas Pendidikan jangan hanya berpikir soal proyek fisik. Pendidikan bukan etalase proyek. Yang harus dipikirkan adalah bagaimana anak-anak SD dan SMP di Tanggamus bisa belajar dengan layak, memiliki perlengkapan sekolah yang cukup, dan tidak terbebani biaya yang seharusnya bisa dibantu oleh pemerintah daerah,” katanya.

Untuk itu, LSM PRO RAKYAT mendorong Pemerintah Kabupaten Tanggamus agar menyiapkan BOS Daerah sebagai instrumen kebijakan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat.

Menurut mereka, masih banyak kebutuhan pendidikan dasar yang belum sepenuhnya dapat diakomodasi oleh BOS dari pemerintah pusat.

“Pemerintah daerah harus hadir melalui BOS Daerah. Ini bukan sekadar tambahan anggaran, tetapi bentuk keberpihakan kepada rakyat. Bantuan ini bisa membantu kebutuhan seperti alat tulis sekolah maupun kebutuhan penunjang belajar lainnya,” kata Aqrobin.

Selain pendidikan, sektor ekonomi rakyat juga menjadi sorotan. LSM PRO RAKYAT mengingatkan agar pembangunan ekonomi tidak hanya berhenti pada angka makro atau seremoni program.

Pemerintah daerah diminta mendorong model ekonomi rakyat yang nyata dan terintegrasi di tingkat desa.

Salah satu gagasan yang didorong adalah pembentukan usaha desa terintegrasi berbasis potensi lokal agar desa-desa tidak berjalan sendiri-sendiri dan perputaran ekonomi benar-benar terjadi di tingkat pekon.

“Kami mendorong pemerintah daerah membentuk usaha desa terintegrasi. Kebutuhan desa harus dipenuhi oleh desa terdekat supaya uang rakyat berputar di wilayah sendiri dan manfaat ekonominya langsung dirasakan masyarakat,” jelas Aqrobin.

Sebagai contoh, ia menyebut model kerja sama desa di sektor perikanan air tawar.

“Misalnya Desa A fokus membudidayakan ikan air tawar dengan sistem bioflok. Desa B menyiapkan bibit dan pakan. Setelah panen, Desa C membeli hasil panen dan menyalurkannya ke pasar. Ini model ekonomi rakyat yang konkret dan saling terhubung,” ujarnya.

Menurutnya, pola seperti ini juga dapat dikembangkan pada sektor hortikultura, peternakan, pengolahan hasil pertanian, hingga UMKM.

Di sisi lain, LSM PRO RAKYAT juga mengingatkan bahwa sejumlah persoalan mendasar masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintahan Saleh–Agus, mulai dari infrastruktur jalan, lambannya realisasi investasi, hingga ketimpangan pembangunan antarwilayah.

Masalah kemantapan jalan kabupaten, misalnya, masih menjadi keluhan utama masyarakat. Selain itu, wilayah pesisir, pegunungan, dan daerah pinggiran dinilai masih membutuhkan perhatian lebih serius agar pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.

“Kalau slogan ‘Jalan Lurus’ ingin benar-benar dipercaya rakyat, maka hasilnya harus dirasakan merata. Jangan sampai pembangunan hanya tampak di pusat sementara wilayah pinggiran tetap tertinggal,” tegas Johan.

LSM PRO RAKYAT menilai tahun pertama kepemimpinan Saleh–Agus seharusnya menjadi titik awal pengawasan publik yang lebih kuat.

Menurut mereka, masyarakat tidak akan menilai pemerintah dari seberapa indah slogan yang diucapkan, tetapi dari keberanian pemerintah menata birokrasi, memperbaiki pendidikan, menggerakkan ekonomi desa, serta menghadirkan pembangunan yang adil.

“Jalan lurus tidak cukup diucapkan, tetapi harus dibuktikan. Jika birokrasi tidak sehat, pendidikan hanya dijadikan proyek fisik, dan ekonomi rakyat tidak dibangun dari desa, maka slogan hanya akan tinggal slogan. Rakyat Tanggamus hari ini menunggu kerja nyata, bukan sekadar kata-kata,” pungkas Aqrobin AM.****

ShareTweetSendShare
Previous Post

Laskar Lampung Desak Polda Ungkap Aktor Besar di Balik Tambang Emas Ilegal Way Kanan

Related Posts

Laskar Lampung Desak Polda Ungkap Aktor Besar di Balik Tambang Emas Ilegal Way Kanan
Bandar Lampung

Laskar Lampung Desak Polda Ungkap Aktor Besar di Balik Tambang Emas Ilegal Way Kanan

Mar 14, 2026
Transparansi APBD Bandar Lampung Disorot Jelang Opini Audit BPK
Bandar Lampung

Transparansi APBD Bandar Lampung Disorot Jelang Opini Audit BPK

Mar 14, 2026
MBG Terus Berjalan Hingga Lebaran, Publik Pertanyakan Konsistensi Kebijakan
Berita

MBG Terus Berjalan Hingga Lebaran, Publik Pertanyakan Konsistensi Kebijakan

Mar 14, 2026
ASDP Catat Penurunan Penumpang dan Kendaraan di Jalur Merak–Bakauheni
Berita

ASDP Catat Penurunan Penumpang dan Kendaraan di Jalur Merak–Bakauheni

Mar 14, 2026
Rencana Bentrok Remaja di Jalinsum Pringsewu Digagalkan, Polisi Sita Senjata Berbahaya
Berita

Rencana Bentrok Remaja di Jalinsum Pringsewu Digagalkan, Polisi Sita Senjata Berbahaya

Mar 14, 2026
Polisi Tingkatkan Pengamanan di JPO Tol Lampung Selatan
Berita

Polisi Tingkatkan Pengamanan di JPO Tol Lampung Selatan

Mar 14, 2026
banner 300250

Berita Terkini

  • LSM PRO RAKYAT Evaluasi Setahun Kepemimpinan Saleh–Agus di Tanggamus
  • Laskar Lampung Desak Polda Ungkap Aktor Besar di Balik Tambang Emas Ilegal Way Kanan
  • Transparansi APBD Bandar Lampung Disorot Jelang Opini Audit BPK
  • MBG Terus Berjalan Hingga Lebaran, Publik Pertanyakan Konsistensi Kebijakan
  • ASDP Catat Penurunan Penumpang dan Kendaraan di Jalur Merak–Bakauheni
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In