PANTAU LAMPUNG- Panglima Laskar Muda Lampung menyoroti penggunaan anggaran tak terduga Pemkot Bandar Lampung dalam penanganan korban banjir. Ia menilai bantuan yang diberikan kepada warga terdampak banjir masih jauh dari maksimal jika dibandingkan dengan total anggaran yang tersedia.
Menurut Panglima Laskar Muda Lampung, anggaran tak terduga yang dilaporkan mencapai sekitar Rp6 miliar seharusnya mampu memberikan bantuan lebih besar kepada masyarakat yang terdampak banjir di Bandar Lampung.
“Saya baca berita, anggaran Rp6 miliar itu dilaporkan habis untuk Apeksi. Dan sekarang masyarakat terkena imbasnya. Santunan untuk korban banjir cuma beras 10 kilogram dan uang Rp1 juta,” katanya, Minggu (8/3/2026).
Hitungan Bantuan Korban Banjir Dinilai Bisa Lebih Besar
Panglima Laskar Muda Lampung mengungkapkan, jika anggaran tak terduga tersebut dikelola secara maksimal, Pemkot Bandar Lampung dinilai mampu menyalurkan bantuan korban banjir hingga Rp5 juta dan 100 kilogram beras untuk setiap kepala keluarga (KK) terdampak.
Menurut perhitungannya, jumlah kepala keluarga penerima bantuan korban banjir saat ini tidak mencapai ribuan. Dengan demikian, bantuan yang lebih besar masih memungkinkan diberikan tanpa menghabiskan seluruh anggaran.
“Itu hitungan dari berita yang beredar. Total saat ini tidak sampai ribuan KK yang diberikan bantuan. Kalau tali asihnya hanya Rp1 juta dan beras 10 kilogram, tentu masih banyak sisa anggaran dana tak terduga,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika bantuan korban banjir diberikan sebesar Rp5 juta dan 100 kilogram beras per KK, anggaran tersebut masih berpotensi menyisakan dana miliaran rupiah.
“Saya hitung dengan bantuan Rp5 juta dan 100 kilogram beras per KK saja masih ada sisa miliaran rupiah, apalagi kalau bantuannya hanya 10 kilogram dan Rp1 juta,” ungkapnya.
Minta Klarifikasi Wali Kota Bandar Lampung
Panglima Laskar Muda Lampung juga meminta Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai penggunaan anggaran tak terduga tersebut.
Menurutnya, transparansi sangat penting agar masyarakat memahami bagaimana anggaran bencana digunakan, terutama untuk membantu korban banjir yang terdampak cukup besar.
Ia menilai bantuan korban banjir yang saat ini disalurkan oleh Pemkot Bandar Lampung masih belum layak jika dibandingkan dengan besarnya anggaran yang tersedia untuk penanganan bencana.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bandar Lampung diketahui tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga menyebabkan korban jiwa.
Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan perhatian terhadap warga terdampak dan memastikan bantuan korban banjir benar-benar mencukupi kebutuhan masyarakat.
Dampak Banjir di Bandar Lampung
Banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Bandar Lampung beberapa waktu lalu menimbulkan dampak cukup besar bagi masyarakat. Selain merendam permukiman warga, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan rumah serta menelan korban jiwa.
Sejumlah warga terdampak banjir kini masih membutuhkan dukungan dan bantuan untuk memulihkan kondisi kehidupan mereka setelah bencana.
Karena itu, berbagai pihak mendorong agar bantuan korban banjir dapat diberikan secara maksimal dan tepat sasaran.***








