PANTAU LAMPUNG- Dinas Perhubungan Provinsi Lampung menegaskan kesiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran (Angleb) Tahun 2026 dengan memperkuat pengendalian arus mudik dan balik. Persiapan mencakup optimalisasi fasilitas terminal, tambahan moda transportasi, dan mudik gratis sepeda motor untuk memastikan kelancaran perjalanan masyarakat selama Lebaran.
Kepala Dishub Lampung, Bambang Sumbogo, menyatakan bahwa evaluasi dari penyelenggaraan Angkutan Nataru 2025/2026 menjadi acuan strategi tahun ini, dengan fokus pada pengelolaan arus penumpang di Pelabuhan Bakauheni dan terminal utama.
Lonjakan Penumpang dan Evaluasi Tahun Sebelumnya
Bambang menjelaskan, puncak arus mudik di Pelabuhan Bakauheni pada Lebaran 2025 mencapai 170.994 penumpang dalam sehari. Total penumpang Angleb tahun lalu mencapai 1.694.484 orang, meningkat 0,03 persen dari tahun sebelumnya, dengan penyebrangan Bakauheni melonjak 41 kali lipat dibanding hari normal.
“Data tahun lalu menjadi acuan agar penanganan arus mudik tahun ini lebih optimal, terutama terkait kapasitas rest area dan pembatasan angkutan barang,” ujar Bambang.
Strategi Pengendalian Arus Mudik dan Balik
Beberapa strategi utama Dishub Lampung dalam penyelenggaraan Angleb 2026 antara lain:
Optimalisasi Buffer Zone untuk kendaraan.
Pemanfaatan Geofencing Tiket Ferizy.
Sinkronisasi pembatasan angkutan barang dengan penjualan tiket Ferizy.
Penyesuaian tarif Tiket dan optimalisasi Terminal Bus Bandar Lampung (TBB).
Sanksi tegas terhadap pelanggaran pembatasan angkutan barang.
Larangan truk sumbu 3+ parkir menginap di rest area.
Program Mudik Gratis Sepeda Motor rute Tanjung Priok–Panjang (PP).
Penyebrangan alternatif Pelabuhan Panjang–Cigading.
Bambang menekankan pentingnya mengatur parkir truk di Rest Area KM 20B Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, yang selama masa pembatasan angkutan barang mengurangi kapasitas rest area dan menghambat mobilitas kendaraan.
Penambahan Moda Transportasi dan Terminal
Untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran, Dishub Lampung menyiapkan:
5 kapal baru dari total 66 kapal.
Penambahan layanan KA Rajabasa (TNK–Kertapati) dari 5 kereta menjadi 8 kereta, dengan total kapasitas 848 seat, meningkat 318 seat.
4 terminal tipe B baru: Gading Rejo, Gaya Baru, Tulang Bawang, dan Liwa, melengkapi terminal yang sudah beroperasi di Mulyojati, Simpang Propau, dan Bakauheni.
Bandara Radin Inten II kembali berstatus internasional untuk mendukung angkutan udara.
“Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan distribusi penumpang dan barang tetap lancar, terutama selama Ramadan dan menjelang Lebaran,” tambah Bambang.











