PANTAU LAMPUNG- Pemerintah Provinsi Lampung bersama Komisi XII DPR RI membahas pemanfaatan energi dan pengembangan sumber daya mineral di Lampung. Fokus utama pertemuan adalah percepatan survei seismik 2D oleh Pertamina EP, pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT), serta sinergi pusat-daerah dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Sekretaris Daerah Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan posisi strategis Lampung sebagai pintu gerbang Sumatera dengan potensi energi signifikan, sekaligus dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan sektor migas dan energi terbarukan.
Capaian Pemanfaatan Energi di Lampung
Pemprov Lampung mencatat capaian bauran EBT sebesar 36,32% pada 2025, melebihi target RUED 36%. Total pemanfaatan energi mencapai 4,08 MTOE, terdiri dari:
EBT: 36,32%
Minyak bumi: 37,80%
Gas bumi: 4,88%
Batu bara: 21,21%
“Lampung berkomitmen menjadi lumbung energi terbarukan nasional dengan peningkatan pemanfaatan EBT dari 1,46 MTOE pada 2023 menjadi 1,48 MTOE pada 2024,” jelas Bani Ispriyanto, Staf Ahli Gubernur bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan.
Survei Seismik 2D, Langkah Strategis Eksplorasi Migas
Ketua Tim Kunjungan Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, menekankan pentingnya survei seismik 2D di wilayah Lampung–Sumatera Selatan sepanjang 688,5 km, yang diharapkan menyumbang 17,7% dari target nasional 2026. Survei ini melintasi lima kabupaten Lampung dan dua kabupaten di Sumatera Selatan, mencakup 35 kecamatan dan 142 desa.
“Jika survei seismik tidak dilakukan sekarang, tidak akan ada produksi migas di masa depan. Ini kegiatan strategis yang harus didukung secara teknis, izin, pembiayaan, dan mitigasi sosial-lingkungan,” tegas Putri.
Dukungan dan Potensi Migas Lampung
Direktur Jenderal Migas, Paul Ibnu Suhendra, menilai Lampung memiliki potensi migas signifikan dengan cadangan minyak sekitar 830 juta barel yang memerlukan eksplorasi lanjutan. Sementara itu, Direktur Regional 1 Sumatera PT Pertamina EP, Muhammad Arifin, memperkirakan potensi oil in place Sumbagsel Area 1 mencapai 1,4 miliar barel.
“Survei seismik 2D akan dimulai Juni 2026, dilanjutkan studi dan pemboran pada 2028. Tahapan selanjutnya meliputi delineasi, POD, hingga target on stream awal 2032,” kata Arifin.
Sinergi Pusat dan Daerah
Pemprov Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan perizinan dan koordinasi lintas instansi, termasuk proses PPKH, agar pengembangan sektor ESDM sejalan dengan target nasional. Pemerintah daerah menekankan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan energi, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.
“Kolaborasi pusat dan daerah menjadi kunci agar Lampung bisa maksimal memanfaatkan potensi migas dan energi terbarukan tanpa mengabaikan aspek sosial dan lingkungan,” ujar Marindo Kurniawan.











