PANTAU LAMPUNG- Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan kembali pentingnya peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai ujung tombak penegakan peraturan daerah. Pada peringatan HUT ke-76 Satpol PP tahun 2026, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan bahwa Satpol PP memegang peran strategis dalam menjaga ketertiban, stabilitas, dan keharmonisan sosial di daerah.
Satpol PP sebagai Garda Terdepan Penegakan Kebijakan
Gubernur menyampaikan bahwa 76 tahun pengabdian Satpol PP merupakan perjalanan panjang yang penuh dedikasi terhadap ketenteraman dan ketertiban umum.
“Ini bukan usia yang singkat. Ini adalah perjalanan panjang pengabdian Satpol PP dalam menjaga ketentraman, ketertiban umum, dan melindungi masyarakat,” ujar Gubernur.
Ia menegaskan bahwa Satpol PP merupakan representasi langsung pemerintah daerah di lapangan, menjadi wajah kebijakan yang setiap hari bersentuhan dengan masyarakat.
“Aturan tidak akan memiliki kekuatan tanpa ketegasan di lapangan. Satpol PP adalah wajah pemerintah daerah yang setiap hari dilihat masyarakat,” tegasnya.
Keberhasilan Penegakan Perda: Contoh Pengawasan Gabah
Dalam kesempatan itu, Gubernur menyoroti keberhasilan penegakan Perda larangan pengiriman gabah ke luar daerah. Melalui pengawasan ketat di Bakauheni, kebijakan tersebut mampu menghidupkan kembali penggilingan padi di Lampung.
“Satu penggilingan menyerap lima tenaga kerja. Artinya, sekitar seribu lapangan pekerjaan terbuka,” jelasnya.
Selain membuka lapangan kerja, langkah tersebut dinilai berhasil menjaga stabilitas harga beras.
“Dulu akhir tahun harga beras selalu naik. Kemarin tidak. Itu karena teman-teman Satpol PP yang menjaga,” ujar Gubernur.
Penegakan dengan Pendekatan Humanis
Meski menekankan ketegasan, Gubernur mengingatkan agar setiap langkah penegakan peraturan didampingi pendekatan humanis dan berkeadilan. Menurutnya, ketertiban tidak boleh mengabaikan empati sosial.
“Jangan sampai kita menegakkan aturan kepada masyarakat, tapi lalai menjaga integritas pribadi,” pesannya.
Momentum Ramadan juga diingatkan sebagai waktu memperkuat moral, integritas, dan kesiapan Satpol PP dalam menjaga kekhusyukan ibadah masyarakat.
Transformasi Satpol PP Menuju Aparat Profesional
Menutup sambutan, Gubernur berharap Satpol PP terus bertransformasi menjadi aparat penegak peraturan yang profesional, responsif, dan dicintai masyarakat.
“Perkuat niat pengabdian, luruskan komitmen pelayanan, tingkatkan solidaritas, dan bekerja dengan hati. Kita ingin Lampung yang aman, tertib, dan harmonis,” tutupnya.***












