PANTAU LAMPUNG- Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat ketahanan gizi dan ekonomi daerah melalui penyelenggaraan kegiatan MASAMO (Masak Bersama Master), sebuah program pelatihan kuliner berskala besar yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi kebutuhan harian jutaan warga Lampung.
Penguatan Kapasitas SPPG dan Peran Ekonomi Daerah
Kegiatan MASAMO yang digelar di SPPG Rajabasa 3 menghadirkan pelatihan intensif bagi 50 perwakilan SPPG se-Lampung. Pelatihan dipandu oleh Chef Norman Ismail dan dirancang untuk memperluas kemampuan dalam memasak skala besar, manajemen dapur, keamanan pangan, sanitasi hingga penyajian makanan bergizi seimbang.
Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa Lampung kini memiliki 1.007 SPPG — salah satu capaian tertinggi di Indonesia.
“Hampir seluruh target MBG di Lampung sudah terpenuhi. Artinya, anak-anak kita, ibu hamil, balita, hingga santri sudah menerima makanan bergizi setiap hari,” ujarnya.
Menurut Gubernur, 2,7 juta penerima manfaat yang dilayani setiap hari menciptakan permintaan pangan besar yang mendorong produksi petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM.
“Lampung surplus ayam, telur, beras, dan sayuran. Dengan SPPG, hasil produksi itu terserap,” ucapnya.
Program Gizi yang Sekaligus Menjaga Stabilitas Ekonomi
Gubernur mencontohkan bagaimana program tersebut bahkan membantu sektor yang terdampak hambatan ekspor, seperti udang Lampung yang sempat ditolak pasar luar negeri.
“Ada puluhan ribu petambak yang terdampak. SPPG ikut menyerap produksi mereka. Jadi program ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga menyelamatkan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa langkah berikutnya bukan hanya memenuhi gizi anak-anak, tetapi juga meningkatkan kualitas rasa dan variasi menu.
“Kalau gizinya sudah cukup, tinggal satu yang harus kita tingkatkan: rasa,” ujar Gubernur.
Ekonomi Kreatif sebagai Mesin Baru Pertumbuhan
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengapresiasi capaian Lampung sebagai salah satu provinsi dengan SPPG terbanyak di Indonesia.
“Secara nasional sudah ada 21.897 SPPG yang melayani 65 juta penerima manfaat. Lampung menunjukkan bagaimana program ini bukan hanya meningkatkan gizi, tetapi juga membangkitkan ekonomi daerah,” katanya.
Ia menegaskan bahwa SPPG memberi multiplier effect kepada petani, nelayan, UMKM, hingga sektor jasa.
“Dari dapur-dapur SPPG inilah perputaran ekonomi dimulai, dari desa hingga nasional,” ucapnya.
Menteri juga menilai Lampung memiliki potensi kuat pada sektor kuliner, kriya, fashion, dan digital.
“Brand Indonesia tidak boleh hanya kuat di daerah sendiri, tetapi harus go global. Kami akan mendampingi Lampung dalam mengkurasi brand-brand lokal agar naik kelas,” tutupnya.***










