• Redaksi
  • Tentang Kami
Senin, Maret 30, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Ruwa Jurai Bandar Lampung

Kurangi Limbah Rumah Tangga, KKN ITERA Terapkan Metode Takakura

MeldaEditorMelda
Feb 11, 2026
A A
Kurangi Limbah Rumah Tangga, KKN ITERA Terapkan Metode Takakura
ADVERTISEMENT

PANTAU LAMPUNG- Persoalan sampah organik rumah tangga masih menjadi tantangan lingkungan di banyak wilayah pedesaan, termasuk Desa Purworejo, Kecamatan Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah. Kebiasaan membuang sisa dapur tanpa pengolahan tak hanya memicu bau tak sedap, tetapi juga berpotensi mencemari lingkungan dan menjadi sumber penyakit. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) 151 Institut Teknologi Sumatera (ITERA) hadir membawa solusi ramah lingkungan melalui edukasi dan praktik pengelolaan sampah organik metode Takakura.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa ITERA kepada masyarakat dengan tujuan mendorong perubahan perilaku warga dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri, murah, dan berkelanjutan.

Sampah Organik Jadi Persoalan Lingkungan Desa

Berdasarkan hasil observasi lapangan mahasiswa KKN-PPM 151 ITERA, sebagian besar warga Desa Purworejo masih mencampur sampah organik dengan sampah lainnya, lalu membuangnya tanpa proses pengolahan. Praktik ini dinilai berisiko menurunkan kualitas kebersihan lingkungan desa serta mempercepat timbulnya pencemaran.

BeritaTerkait

Bandar Lampung Maju dan Tertata, Gubernur Mirza Dorong Kerja Sama Pemerintah dan Warga

Kontroversi Pengelolaan Dana Publik di Bandar Lampung, Transparansi Diuji

Melalui kegiatan sosialisasi, mahasiswa ITERA menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah, khususnya memisahkan sampah organik dan anorganik. Langkah sederhana ini menjadi fondasi utama dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif di tingkat rumah tangga.

Metode Takakura: Sederhana, Murah, dan Mudah Diterapkan

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-PPM 151 memperkenalkan metode Takakura sebagai alternatif pengolahan sampah organik. Metode ini menggunakan keranjang kompos yang diisi sampah sisa dapur dan bahan pendukung lainnya untuk menghasilkan pupuk kompos.

ADVERTISEMENT

Metode Takakura dipilih karena prosesnya sederhana, tidak membutuhkan biaya besar, serta cocok diterapkan di lingkungan pedesaan. Selain mampu mengurangi volume sampah rumah tangga, hasil komposnya juga dapat dimanfaatkan untuk tanaman pekarangan dan pertanian skala kecil.

Praktik Langsung Bersama Warga

Tidak hanya berhenti pada sosialisasi, mahasiswa ITERA juga mengajak warga Desa Purworejo untuk melakukan praktik langsung pembuatan kompos menggunakan metode Takakura. Warga dilibatkan mulai dari proses pemilahan sampah, penyusunan keranjang kompos, hingga perawatan kompos agar dapat menghasilkan pupuk yang optimal.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pemerintah desa. Salah satu perangkat Desa Purworejo menyampaikan apresiasi atas program yang dinilai aplikatif dan mudah dipraktikkan oleh warga.

“Program ini sangat bermanfaat dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Kami berharap warga bisa mulai mengelola sampah organik secara mandiri di rumah masing-masing,” ujarnya.

Dorong Desa Bersih dan Berkelanjutan

Melalui edukasi dan pendampingan ini, mahasiswa KKN-PPM 151 ITERA berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik dapat meningkat. Pengelolaan sampah yang baik diharapkan mampu menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, serta mendukung prinsip pembangunan berkelanjutan berbasis partisipasi masyarakat.

Program ini sekaligus menjadi contoh nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membantu menyelesaikan persoalan lingkungan di tingkat desa melalui pendekatan edukatif dan solutif.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Desa PurworejoKKN ITERAKompos Rumah Tanggalingkungan bersihMetode TakakuraPengabdian MahasiswaSampah Organik
ShareTweetSendShare
Previous Post

Play Live Roulette UK Low Volatility: A Comprehensive Guide

Next Post

Revitalisasi Dipasena Masuk Prioritas RPJMN 2025–2029, Panen Udang Jadi Tonggak Awal

Related Posts

Anggaran Makan Minum Rp2 Miliar Picu Tanda Tanya, BKAD Diminta Transparan
Bandar Lampung

Anggaran Makan Minum Rp2 Miliar Picu Tanda Tanya, BKAD Diminta Transparan

Mar 30, 2026
Disdikbud Lampung Akui Bantuan Smart Board Belum Menyeluruh
Bandar Lampung

Disdikbud Lampung Akui Bantuan Smart Board Belum Menyeluruh

Mar 30, 2026
Siswa Belum Punya NISN, Kasus SMA Siger Kini Ditangani KemenHAM
Bandar Lampung

Siswa Belum Punya NISN, Kasus SMA Siger Kini Ditangani KemenHAM

Mar 30, 2026
Izin Ditolak, Komnas PA Soroti Nasib Siswa SMA Siger Bandar Lampung
Bandar Lampung

Izin Ditolak, Komnas PA Soroti Nasib Siswa SMA Siger Bandar Lampung

Mar 30, 2026
Halal Bihalal FK-PLP, Gubernur Lampung Soroti Peran Strategis Perantau
Bandar Lampung

Halal Bihalal FK-PLP, Gubernur Lampung Soroti Peran Strategis Perantau

Mar 30, 2026
Pemkab Lampung Selatan Pastikan Tak Ada PHK PPPK di Tengah Isu Pembatasan Anggaran
Berita

Pemkab Lampung Selatan Pastikan Tak Ada PHK PPPK di Tengah Isu Pembatasan Anggaran

Mar 29, 2026
Next Post
Revitalisasi Dipasena Masuk Prioritas RPJMN 2025–2029, Panen Udang Jadi Tonggak Awal

Revitalisasi Dipasena Masuk Prioritas RPJMN 2025–2029, Panen Udang Jadi Tonggak Awal

Edukasi Berkelanjutan, KKN ITERA Bangun Taman TOGA dan Kampanye Ecobrick di Desa

Edukasi Berkelanjutan, KKN ITERA Bangun Taman TOGA dan Kampanye Ecobrick di Desa

Ruletka Kasyno Gra - Recenzja Eksperta

Roulette Strategien Anbieter

Roulette Willkommensbonus Bonus: Alles, was Sie wissen müssen

banner 300250

Berita Terkini

  • Anggaran Makan Minum Rp2 Miliar Picu Tanda Tanya, BKAD Diminta Transparan
  • Upplev spänningen hos Lucky Minning Casino
  • Disdikbud Lampung Akui Bantuan Smart Board Belum Menyeluruh
  • Siswa Belum Punya NISN, Kasus SMA Siger Kini Ditangani KemenHAM
  • Izin Ditolak, Komnas PA Soroti Nasib Siswa SMA Siger Bandar Lampung
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In