PANTAU LAMPUNG- Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung melaksanakan Gerakan Bersih-Bersih Serentak di Pulau Pasaran sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dan Instruksi Gubernur Lampung Nomor 8 Tahun 2026 tentang Korve/Gerakan Bersih-Bersih Kantor dan Lingkungan Kerja.
Aksi kolaboratif ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat budaya hidup bersih, tertib, dan sehat sebagai bagian dari implementasi gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Gerakan ASRI Diperkuat, Pulau Pasaran Jadi Titik Fokus
Kegiatan diawali apel bersama di Lapangan SMPN 42 Bandar Lampung sebelum ratusan peserta bergerak membersihkan wilayah jembatan, dermaga, dan permukiman Pulau Pasaran.
Hadir langsung memimpin kegiatan, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan bersama Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, didampingi jajaran Forkopimda.
Gerakan ini melibatkan unsur OPD, pelajar, warga, serta komunitas lingkungan.
Tinjau UMKM hingga Bank Sampah, Pemda Gencarkan Edukasi Kebersihan
Setelah bersih-bersih, rombongan melanjutkan agenda dengan meninjau UMKM lokal, bank sampah, sekaligus berdialog langsung dengan warga Pulau Pasaran mengenai pengelolaan sampah dan kondisi lingkungan pesisir.
Sekdaprov Marindo mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat.
“Insyaallah kegiatan ini akan membangkitkan motivasi masyarakat untuk membudayakan kebersihan di lingkungan masing-masing serta terus berkomitmen mengurangi sampah demi lingkungan yang lebih baik,” ujarnya.
Wali Kota Eva Dwiana: Bisa Direplikasi ke Seluruh Lampung
Wali Kota Eva Dwiana menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi atas sinergi dalam menjalankan program kebersihan.
Ia berharap gerakan serupa berlangsung rutin dan meluas ke seluruh daerah di Provinsi Lampung.
“Gerakan ini bukan hanya untuk Bandar Lampung, tapi diharapkan dapat diterapkan juga di kabupaten/kota lain demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sinergi Pemda dan Masyarakat Jadi Kunci
Aksi bersih-bersih ini diyakini menjadi pondasi untuk membangun budaya gotong royong dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kebersihan tidak hanya bergantung pada perangkat daerah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat.
Sinergi antara Pemprov, Pemkot, Forkopimda, dan warga menjadi bukti bahwa pengelolaan lingkungan berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kerja bersama.










