• Redaksi
  • Tentang Kami
Selasa, Januari 20, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Berita

Keberanian Pertama Nadini Apriati, Penampilan Puisi yang Tak Terlupakan

MeldaEditorMelda
Jan 20, 2026
A A
Keberanian Pertama Nadini Apriati, Penampilan Puisi yang Tak Terlupakan
ADVERTISEMENT

PANTAU LAMPUNG- Panggung Malahayati Yearfest mendadak sunyi. Seluruh pasang mata tertuju pada seorang siswi SMK yang berdiri dengan percaya diri, membacakan puisi Tanah Air Mata karya Sutardji Calzoum Bachri. Hanya dengan latihan dua hari, Nadini Apriati, siswi SMK Samudera, sukses menghentak panggung Lomba Baca Puisi dan meninggalkan kesan mendalam bagi penonton, Selasa, 20 Januari 2026.

Debut yang Langsung Mengguncang

Tak banyak yang menduga, penampilan Nadini menjadi salah satu yang paling dibicarakan sepanjang lomba. Artikulasi yang tegas, penguasaan vokal yang matang, serta gestur tubuh yang terkontrol membuat pembacaan puisinya terasa hidup. Suasana ruang lomba berubah khidmat, bahkan beberapa penonton mengaku merinding menyimak tiap bait yang ia lantunkan.

Yang membuat momen ini semakin istimewa, Nadini tampil sebagai peserta pemula. Ia belum pernah mengikuti lomba baca puisi sebelumnya dan baru pertama kali membawakan karya penyair besar sekelas Sutardji Calzoum Bachri, yang dikenal sebagai Presiden Penyair Indonesia.

BeritaTerkait

Komang Koheri di Pusaran Krisis: Menjaga Stabilitas Lampung Tengah Usai OTT KPK

Kodam XXI/Radin Inten Dorong Pertanian Modern di Lampung Timur Lewat Tanam Serentak

“Saya benar-benar baru pertama kali ikut lomba baca puisi,” ujar Nadini usai tampil.
“Latihannya cuma dua hari sejak saya daftar hari Minggu. Tapi saya bersyukur sekali karena dapat dukungan dari teman-teman, guru, dan ketua yayasan. Ini pengalaman yang luar biasa buat saya.”

Dukungan Teman Jadi Energi di Panggung

Keberanian Nadini tak lepas dari dukungan orang-orang di sekitarnya. Sejumlah teman sekelas hadir langsung memberi semangat. Salma Alika, salah satu rekan Nadini, mengaku bangga melihat penampilan sahabatnya.

ADVERTISEMENT

“Aku support banget Nadini. Semoga dia terus mengembangkan bakatnya. Penampilannya bisa jadi motivasi buat teman-teman lain di SMK Samudera,” kata Salma.

Hal serupa disampaikan Bulan, teman sekelas Nadini lainnya. Menurutnya, performa Nadini jauh dari kesan pemula.
“Enggak kelihatan kayak baru pertama ikut lomba. Penampilannya matang dan penuh penghayatan. Semangat terus, Nadin,” ujarnya.

Pendampingan Singkat, Hasil Maksimal

Pendamping Nadini, Muhammad Alfariezie, penyair muda asal Bandar Lampung, mengaku terkejut dengan hasil yang ditampilkan siswinya. Ia menyebut waktu latihan yang tersedia sangat terbatas.

“Kami hanya latihan sekitar dua jam. Tapi di atas panggung, Nadini bisa menghadirkan ketegasan sekaligus keharuan. Itu menunjukkan kesungguhan dan kepekaan rasa,” ujar Alfariezie.

Menurutnya, sejak awal tidak ada target juara. Fokus utama adalah memberi ruang belajar dan keberanian tampil.
“Keberanian naik panggung saja sudah menjadi kemenangan. Soal juara, itu urusan juri. Yang penting Nadini berani mencoba dan menampilkan yang terbaik,” katanya.

Makna Lebih dari Sekadar Lomba

Bagi Nadini, lomba baca puisi di Malahayati Yearfest bukan sekadar ajang kompetisi. Ia memaknainya sebagai langkah awal untuk mengenal diri dan potensi yang selama ini tersembunyi. Seperti nama sekolahnya, Samudera, pengalaman ini terasa luas dan penuh kemungkinan.

Penampilan Nadini menjadi pengingat bahwa bakat bisa muncul dari mana saja, bahkan dari latihan singkat dan keberanian mencoba. Dalam dunia seni, seperti juga dalam kehidupan, langkah pertama sering kali menjadi penentu arah perjalanan selanjutnya.***

 

Source: ALFARIEZIE
ShareTweetSendShare
Previous Post

Kodam XXI/Radin Inten Dorong Pertanian Modern di Lampung Timur Lewat Tanam Serentak

Next Post

Komang Koheri di Pusaran Krisis: Menjaga Stabilitas Lampung Tengah Usai OTT KPK

Related Posts

Komang Koheri di Pusaran Krisis: Menjaga Stabilitas Lampung Tengah Usai OTT KPK
Bandar Lampung

Komang Koheri di Pusaran Krisis: Menjaga Stabilitas Lampung Tengah Usai OTT KPK

Jan 20, 2026
Kodam XXI/Radin Inten Dorong Pertanian Modern di Lampung Timur Lewat Tanam Serentak
Bandar Lampung

Kodam XXI/Radin Inten Dorong Pertanian Modern di Lampung Timur Lewat Tanam Serentak

Jan 20, 2026
Judi Online Jadi Sorotan, Polisi Edukasi Pelajar SMPN 18 Pesawaran
Bandar Lampung

Judi Online Jadi Sorotan, Polisi Edukasi Pelajar SMPN 18 Pesawaran

Jan 20, 2026
Rumah Daswati, Jejak Lahirnya Provinsi Lampung yang Kini Diperjuangkan Relawan
Bandar Lampung

Rumah Daswati, Jejak Lahirnya Provinsi Lampung yang Kini Diperjuangkan Relawan

Jan 20, 2026
Inacraft 2026, Momentum Lampung Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM Daerah
Bandar Lampung

Inacraft 2026, Momentum Lampung Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM Daerah

Jan 20, 2026
Gotong Royong Pramuka Lampung, Dana Kemanusiaan Rp250 Juta untuk Sumatera
Berita

Gotong Royong Pramuka Lampung, Dana Kemanusiaan Rp250 Juta untuk Sumatera

Jan 20, 2026
Next Post
Komang Koheri di Pusaran Krisis: Menjaga Stabilitas Lampung Tengah Usai OTT KPK

Komang Koheri di Pusaran Krisis: Menjaga Stabilitas Lampung Tengah Usai OTT KPK

banner 300250

Berita Terkini

  • Komang Koheri di Pusaran Krisis: Menjaga Stabilitas Lampung Tengah Usai OTT KPK
  • Keberanian Pertama Nadini Apriati, Penampilan Puisi yang Tak Terlupakan
  • Kodam XXI/Radin Inten Dorong Pertanian Modern di Lampung Timur Lewat Tanam Serentak
  • Judi Online Jadi Sorotan, Polisi Edukasi Pelajar SMPN 18 Pesawaran
  • Rumah Daswati, Jejak Lahirnya Provinsi Lampung yang Kini Diperjuangkan Relawan
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In