PANTAU LAMPUNG- Provinsi Lampung kembali mencatat kinerja positif dalam pengendalian inflasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi tahunan Lampung pada Desember 2025 tercatat sebesar 1,25 persen atau terendah kedua secara nasional. Capaian ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang digelar secara nasional, Senin (12/1/2026).
Inflasi Lampung Tetap Stabil
Selain inflasi tahunan yang rendah, inflasi bulanan Provinsi Lampung pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,59 persen secara month to month. Angka tersebut menunjukkan stabilitas harga di Provinsi Lampung masih terjaga di tengah dinamika ekonomi nasional.
Data inflasi ini dirilis Badan Pusat Statistik pada 5 Januari 2026 dan menjadi salah satu indikator keberhasilan Tim Pengendalian Inflasi Daerah dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok.
Rakor Nasional Bahas Strategi Pengendalian Inflasi
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, dan diikuti seluruh kepala daerah serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah dari seluruh Indonesia.
Dalam forum tersebut, Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, hadir mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal secara virtual dari Ruang Command Center Diskominfotik Provinsi Lampung.
Kemendagri Apresiasi Kinerja Daerah
Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas berbagai langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga di daerah masing-masing.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para kepala daerah, jajaran dinas, kementerian, dan lembaga atas berbagai upaya pengendalian inflasi yang telah dilakukan selama ini,” ujar Tomsi.
Menurutnya, rapat koordinasi menjadi forum evaluasi sekaligus penguatan komitmen pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi.
“Kita sudah mengetahui kekurangan kita masing-masing, sehingga ke depan dapat dilakukan perbaikan,” katanya.
Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Ramadan
Tomsi Tohir juga menekankan pentingnya langkah antisipatif menjelang bulan suci Ramadan yang kerap diikuti peningkatan permintaan dan harga sejumlah komoditas strategis, seperti bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, daging ayam ras, cabai rawit, dan minyak goreng.
“Saya minta teman-teman di daerah dan kementerian agar melakukan persiapan serius menghadapi Ramadan,” tegasnya.
Ia berharap koordinasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah mampu menjaga inflasi tetap terkendali serta daya beli masyarakat tetap terjaga sepanjang tahun 2026.***












