PANTAU LAMPUNG — Aset jalan provinsi yang melintasi Pekon Sinarwaya, Sukamana, hingga Bandung Baru di Kecamatan Adiluwih menjadi fokus utama pengukuran oleh Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Pringsewu bersama Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, Kamis (21/11/2025). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kejelasan data aset pemerintah sekaligus memperkuat perencanaan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
Pengukuran dilakukan secara menyeluruh, meliputi batas-batas bidang tanah, status penguasaan lahan, hingga kondisi fisik area yang bersinggungan langsung dengan jalur jalan provinsi. Kepala BPN Pringsewu, Ulin Nuha, menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk mencegah potensi sengketa dan meminimalisir kesalahan administrasi yang bisa menghambat pembangunan.
“Validasi ini menjadi langkah penting dalam penyusunan data aset pemerintah daerah yang terjamin legalitasnya. Dengan data yang akurat, kita bisa mencegah masalah administrasi maupun sengketa lahan ke depan,” ujarnya.
Di lapangan, tim gabungan melakukan pengukuran teknis menggunakan peralatan survei modern, mengumpulkan informasi dari pemilik lahan, serta mencatat kondisi aktual yang ditemukan. Pendataan tersebut akan diolah menjadi dokumen resmi yang menjadi dasar dalam manajemen aset pemerintah dan penyusunan rencana pembangunan jalan berikutnya.
Menurut Ulin Nuha, kolaborasi lintas instansi ini merupakan dorongan nyata untuk mempercepat penataan aset pemerintah. Selain itu, kegiatan ini dinilai krusial dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat Kabupaten Pringsewu.
“Kantor Pertanahan Pringsewu berkomitmen untuk menyediakan data pertanahan yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini langkah penting untuk memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran,” jelasnya.
Pengukuran ini diproyeksikan menjadi dasar pemetaan ulang aset jalan provinsi di Adiluwih, sehingga pemerintah bisa menyusun rencana peningkatan kualitas jalan, pelebaran jalur, hingga perbaikan drainase secara optimal.
Dengan semakin kuatnya sinergi antara BPN dan Bina Marga, masyarakat Pringsewu diharapkan dapat merasakan pembangunan infrastruktur yang lebih terencana, aman, dan berkelanjutan.***












