PANTAU LAMPUNG– Sebuah video viral yang memperlihatkan dugaan aksi bullying antara dua siswi MTs Al-Khairiyah, Pekon Taman Sari, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, membuat publik heboh. Tanpa menunggu lama, Polsek Pugung Polres Tanggamus langsung turun tangan melakukan penelusuran cepat untuk memastikan kebenaran peristiwa yang menggemparkan dunia maya tersebut.
Kapolsek Pugung, Ipda Dr. Agus Tri Kurniawan, S.H., M.H., memimpin langsung investigasi lapangan pada Selasa, 18 November 2025, sekitar pukul 18.30 WIB di Dusun Rintis Pekon Taman Sari. Langkah cepat ini dilakukan untuk merespons keresahan masyarakat sekaligus menjaga kondusivitas lingkungan pendidikan.
Peristiwa Terjadi di Area Sekolah, Hanya Bentuk Verbal
Dari hasil penelusuran, polisi memastikan bahwa kejadian terjadi pada Sabtu, 15 November 2025, di lingkungan MTs Al-Khairiyah. Aksi tersebut dipastikan berupa perundungan verbal, bukan kekerasan fisik, sebagaimana dijelaskan oleh salah satu guru, Siswanto.
Korban berinisial S, siswi kelas VIII yang diketahui tinggal bersama kakeknya karena ibunya sedang berada di Pulau Jawa. Sedangkan terduga pelaku juga berinisial S, siswi kelas IX yang berdomisili di Pekon Taman Sari.
“Bullying yang terjadi adalah ucapan, bukan tindakan fisik,” kata Ipda Dr. Agus Tri Kurniawan mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., pada Rabu, 19 November 2025.
Sekolah Sudah Mediasi, Namun Belum Ada Kesepakatan Tertulis
Investigasi juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah melakukan mediasi pada Sabtu (15/11/2025) sekitar pukul 10.30 WIB. Mediasi tersebut dihadiri langsung oleh ibu korban, Evi Erlina, dan berakhir dengan kesepakatan damai. Kedua siswi bahkan sudah saling memaafkan dan berjabat tangan di sekolah.
Meski demikian, penyelesaian itu belum dituangkan dalam dokumen resmi atau surat kesepakatan hitam di atas putih. Pihak sekolah juga memastikan kedua siswi tetap bersekolah seperti biasa pada Senin dan Selasa (17–18 November 2025), menunjukkan bahwa aktivitas belajar mengajar berjalan tanpa hambatan.
Polisi Dalami Video Viral Lain: Ibu Korban Datangi Rumah Pelaku
Tidak berhenti pada mediasi sekolah, Polsek Pugung juga tengah mendalami video lain yang menunjukkan dugaan ibu korban mendatangi rumah terduga pelaku. Video ini turut menjadi sorotan publik karena memperlihatkan suasana yang diduga menegangkan dan memicu reaksi warganet.
“Kami masih melakukan pendalaman terhadap video tersebut serta memastikan kondisi psikologis korban maupun terduga pelaku tetap aman,” jelas Kapolsek.
Polisi Libatkan Unit PPA dan P2TP2A untuk Penyelesaian Menyeluruh
Dalam rangka memastikan penyelesaian yang komprehensif, transparan, dan adil bagi semua pihak, Polsek Pugung akan mengumpulkan seluruh pihak terkait dengan pendampingan Unit PPA Satreskrim Polres Tanggamus serta P2TP2A Tanggamus.
“Kami akan memastikan proses klarifikasi berjalan baik dan semua pihak memperoleh kepastian penyelesaian yang bijaksana,” tegas Kapolsek.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan, komunikasi, dan edukasi anti-bullying di lingkungan sekolah. Masyarakat kini menantikan langkah lanjutan dari kepolisian untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.***












