• Redaksi
  • Tentang Kami
Senin, Januari 12, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Berita

Kunjungan Menteri ATR/BPN ke Lampung Dikecam: Konflik Agraria Anak Tuha Masih Terbengkalai

MeldaEditorMelda
Jul 30, 2025
A A
Problem HGU di Lampung Mengemuka, Pemerintah Tak Mau Tekor APBN
ADVERTISEMENT

PANTAU LAMPUNG– Kunjungan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, ke Provinsi Lampung pada Juli 2025 kembali menyorot tajam ketimpangan agraria yang belum terselesaikan, terutama konflik lahan di Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah.

Direktur LBH Bandar Lampung, Sumaindra Jarwadi, dalam pernyataan resminya menyatakan bahwa kedatangan Menteri Nusron hanya menambah panjang daftar kunjungan simbolik tanpa solusi konkret. Ia menilai, negara telah gagal dalam menjalankan amanah penyelesaian konflik agraria yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Konflik antara masyarakat dari tiga kampung—Bumi Aji, Negara Aji Tua, dan Negara Aji Baru—dengan PT Bumi Sentosa Abadi (BSA), menjadi salah satu potret paling telanjang dari krisis pengelolaan tanah di Lampung. Tanah yang sejak lama digarap warga secara turun-temurun telah dialihkelola oleh perusahaan sejak 1972 dan secara sepihak diberikan Hak Guna Usaha (HGU) oleh negara.

BeritaTerkait

Kantah Pringsewu Kukuhkan Panitia Ajudikasi dan Satgas PTSL 2025, Siap Percepat Pelayanan Pertanahan

Gelombang Aksi Petani Mengguncang Jakarta: Ribuan Massa Desak Reforma Agraria Sejati di Hari Tani Nasional 2025

Kritik paling tajam ditujukan pada minimnya keberanian negara untuk mencabut HGU yang dinilai cacat hukum dan tidak pernah melalui proses partisipatif bersama masyarakat. “Tak pernah ada dialog bermakna. Negara seakan menutup mata terhadap hak penggarap yang sah secara sosial dan historis,” tegas Sumaindra.

Kekerasan terhadap masyarakat memuncak pada September 2023 ketika aparat gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP dikerahkan untuk menggusur lahan sengketa. Tak kurang dari 1.500 personel diturunkan, tujuh warga ditangkap, dan intimidasi dilakukan secara sistematis.

ADVERTISEMENT

Kondisi ini dinilai mencerminkan keberpihakan negara kepada korporasi, bukan kepada rakyat. “Ini bukan lagi konflik tanah, ini konflik kekuasaan yang memperlihatkan bagaimana negara tunduk pada oligarki,” ujar Sumaindra.

Sejak April 2025, ratusan warga dari tiga kampung menggelar aksi damai di Kantor Bupati dan DPRD Lampung Tengah. Mereka menuntut pembentukan panitia khusus (pansus), pencabutan HGU PT BSA, pembebasan petani yang ditahan, dan penarikan aparat dari lokasi konflik.

Namun, hingga kini pemerintah pusat maupun daerah belum menunjukkan langkah konkret. “Reforma agraria tak cukup dengan pidato. Diperlukan keberanian struktural untuk berpihak pada keadilan sosial,” imbuhnya.

LBH Bandar Lampung menegaskan bahwa konflik di Anak Tuha bukan hanya soal sengketa kepemilikan, tapi soal keadilan substantif. Mediasi yang partisipatif, audit independen terhadap HGU, dan pencabutan izin yang melanggar hukum menjadi syarat mutlak.

Jika konflik ini terus diabaikan, maka kehadiran Menteri ATR/BPN ke Lampung tak ubahnya hanya menjadi panggung simbolik—jauh dari harapan rakyat untuk keadilan dan kedaulatan atas tanah mereka sendiri.***

Source: ISBEDY STIAWAN ZS
Tags: AnakTuhaKonflikAgrariaReformaAgraria
ShareTweetSendShare
Previous Post

Kapolres Lampung Selatan Ajak Awak Media Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

Next Post

Kejari Lampung Utara Tetapkan Dua Tersangka Korupsi RSUD, Telusuri Dugaan Keterlibatan DPRD

Related Posts

9 Pejabat Utama dan 4 Kapolres Berganti, Kapolda Lampung Gelar Upacara Serah Terima Jabatan
Bandar Lampung

9 Pejabat Utama dan 4 Kapolres Berganti, Kapolda Lampung Gelar Upacara Serah Terima Jabatan

Jan 10, 2026
DPD PDI Perjuangan Sumut Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Rampas Kedaulatan Rakyat
Berita

DPD PDI Perjuangan Sumut Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Rampas Kedaulatan Rakyat

Jan 10, 2026
Murid SD Hentak Panggung Got Talent Lampung di Awal Tahun 2026
Bandar Lampung

Murid SD Hentak Panggung Got Talent Lampung di Awal Tahun 2026

Jan 9, 2026
Gaya Klasik Anggun C Sasmi Klasik Hentak Panggung Got Talent Lampung
Bandar Lampung

Gaya Klasik Anggun C Sasmi Klasik Hentak Panggung Got Talent Lampung

Jan 9, 2026
Perkuat Komitmen Kinerja, Lapas Kalianda Laksanakan Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Paparkan Capaian Kinerja
Berita

Perkuat Komitmen Kinerja, Lapas Kalianda Laksanakan Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Paparkan Capaian Kinerja

Jan 9, 2026
Kasus Pembunuhan di Lapo Tuak Pringsewu Jadi Perkara Perdana Gunakan KUHP Baru
Berita

Kasus Pembunuhan di Lapo Tuak Pringsewu Jadi Perkara Perdana Gunakan KUHP Baru

Jan 8, 2026
Next Post
Kejari Lampung Utara Tetapkan Dua Tersangka Korupsi RSUD, Telusuri Dugaan Keterlibatan DPRD

Kejari Lampung Utara Tetapkan Dua Tersangka Korupsi RSUD, Telusuri Dugaan Keterlibatan DPRD

Ramah Tamah Penuh Makna: Kajari Baru Disambut Hangat Pemkab dan Masyarakat Pringsewu

Ramah Tamah Penuh Makna: Kajari Baru Disambut Hangat Pemkab dan Masyarakat Pringsewu

Lampung Perlu Satgas Reforma Agraria, Kementerian Akui Masalah HGU Dikuasai Korporasi

Lampung Perlu Satgas Reforma Agraria, Kementerian Akui Masalah HGU Dikuasai Korporasi

Gema Puan Hantam Kemenaker: PHK Memburuk, Polri Justru yang Ambil Alih

Gema Puan Hantam Kemenaker: PHK Memburuk, Polri Justru yang Ambil Alih

Kapolri Tegas! 4 Produsen Besar Naik Penyidikan Kasus Beras Oplosan

Kapolri Tegas! 4 Produsen Besar Naik Penyidikan Kasus Beras Oplosan

banner 300250

Berita Terkini

  • Safe Betting Sites in Zambia: A Comprehensive Guide
  • 9 Pejabat Utama dan 4 Kapolres Berganti, Kapolda Lampung Gelar Upacara Serah Terima Jabatan
  • DPD PDI Perjuangan Sumut Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Rampas Kedaulatan Rakyat
  • Meilleurs conseils pour Roulette pour mobile
  • Casino Website Live Dealers Review
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In