• Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, Januari 10, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Berita

Literasi Sepanjang Masa: Membaca Hakikat Diri dalam Cahaya Ilahi

MeldaEditorMelda
Mei 17, 2025
A A
Literasi Sepanjang Masa: Membaca Hakikat Diri dalam Cahaya Ilahi
ADVERTISEMENT

Oleh: Kiagus Bambang Utoyo

PANTAU LAMPUNG– Di tengah hiruk-pikuk teknologi dan derasnya arus informasi digital, makna literasi kini terancam menguap menjadi rutinitas kosong. Padahal, sejak ayat pertama diturunkan kepada Rasulullah—Iqra’—membaca telah menjadi jalan spiritual. Seruan agung ini tak semata mengajak membuka lembar buku, tapi menembus lembar kesadaran dan membuka jendela ruhani manusia.

Dalam sejarah kenabian, dari Adam hingga Muhammad SAW, literasi bukan sekadar aktivitas kognitif, melainkan praktik eksistensial. Adam diajari nama-nama sebagai pondasi pengetahuan. Ibrahim membaca bintang demi mencari Tuhan. Musa menerima wahyu tertulis. Isa menghidupkan jiwa dengan firman. Dan Muhammad, sang Nabi terakhir, menjadi pembaca dan penulis realitas semesta yang tak pernah selesai ditafsir.

BeritaTerkait

No Content Available

Literasi Sebagai Laku Ruhani

Literasi sejati adalah zikir dalam fikir, fikir dalam zikir. Ia mengikat nalar dan nurani dalam simpul hikmah. Membaca bukan sekadar menyerap informasi, tapi mengurai pesan kehidupan—membaca alam, waktu, manusia, dan diri sendiri. Literasi yang mencerahkan tak hanya mencetak sarjana, tetapi melahirkan insan kamil—manusia utuh yang sadar akan makna keberadaan.

Namun hari ini, kita menyaksikan paradoks. Buku dan platform digital membanjiri ruang publik, tetapi kering dari kedalaman. Kita menulis banyak, namun miskin hikmah. Literasi kita sering kali berhenti di permukaan: mengejar gelar, mengejar viral, tanpa sempat bertanya—untuk apa semua ini?

ADVERTISEMENT

Menghidupkan Literasi sebagai Ibadah

Dalam tradisi Islam, menulis dan membaca adalah ibadah. Ulama menulis bukan untuk pengakuan, tapi untuk pengabdian. Mereka menyalin bukan sekadar teks, tapi menanamkan makna. Kitab mereka hidup bukan karena tebalnya halaman, tetapi karena jernihnya jiwa yang menulisnya.

Kita dapat memulai dari langkah kecil namun bermakna: membaca dengan keheningan hati, menulis dengan kesadaran, dan mendidik dengan keteladanan. Literasi bukan tugas guru saja, tapi tanggung jawab bangsa. Ia mesti mengalir dari ruang keluarga ke ruang negara, dari lisan para pemimpin ke laku harian masyarakat.

Menjadi Bangsa Pembaca Makna

Negeri ini hanya akan maju bila rakyatnya bukan sekadar pembaca buku, tetapi pembaca makna. Kita butuh literasi yang tak hanya mencerdaskan, tapi mengasah batin. Literasi yang menumbuhkan akhlak, bukan sekadar nalar. Literasi yang membawa kita pulang, bukan sekadar berkelana.

Sebagaimana Al-Qur’an mengajak manusia untuk berpikir dan berzikir, mari jadikan membaca dan menulis sebagai bagian dari perjalanan spiritual. Sebab hidup ini sendiri adalah kitab—setiap hari adalah paragraf, setiap amal adalah kalimat, dan setiap akhir adalah halaman terakhir yang kelak dibacakan di hadapan Sang Penulis Agung.

Literasi bukan sekadar kecakapan. Ia adalah jalan pulang menuju Tuhan.***

Source: AHMAD HIDAYAT
Tags: BangsaPembacaMaknaEsaiSpiritualIqraLiterasiIlahiLiterasiRuhaniTulisanMencerahkanZikirDanFikir
ShareTweetSendShare
Previous Post

Lampung Bangkit Melawan TPPO: Deklarasi Bersama Cegah Pekerja Migran Ilegal

Next Post

Sinergi Bhabinkamtibmas dan Warga, Pilar Utama Stabilitas Kamtibmas di Lampung Selatan

Related Posts

9 Pejabat Utama dan 4 Kapolres Berganti, Kapolda Lampung Gelar Upacara Serah Terima Jabatan
Bandar Lampung

9 Pejabat Utama dan 4 Kapolres Berganti, Kapolda Lampung Gelar Upacara Serah Terima Jabatan

Jan 10, 2026
DPD PDI Perjuangan Sumut Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Rampas Kedaulatan Rakyat
Berita

DPD PDI Perjuangan Sumut Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Rampas Kedaulatan Rakyat

Jan 10, 2026
Murid SD Hentak Panggung Got Talent Lampung di Awal Tahun 2026
Bandar Lampung

Murid SD Hentak Panggung Got Talent Lampung di Awal Tahun 2026

Jan 9, 2026
Gaya Klasik Anggun C Sasmi Klasik Hentak Panggung Got Talent Lampung
Bandar Lampung

Gaya Klasik Anggun C Sasmi Klasik Hentak Panggung Got Talent Lampung

Jan 9, 2026
Perkuat Komitmen Kinerja, Lapas Kalianda Laksanakan Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Paparkan Capaian Kinerja
Berita

Perkuat Komitmen Kinerja, Lapas Kalianda Laksanakan Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Paparkan Capaian Kinerja

Jan 9, 2026
Kasus Pembunuhan di Lapo Tuak Pringsewu Jadi Perkara Perdana Gunakan KUHP Baru
Berita

Kasus Pembunuhan di Lapo Tuak Pringsewu Jadi Perkara Perdana Gunakan KUHP Baru

Jan 8, 2026
Next Post
Sinergi Bhabinkamtibmas dan Warga, Pilar Utama Stabilitas Kamtibmas di Lampung Selatan

Sinergi Bhabinkamtibmas dan Warga, Pilar Utama Stabilitas Kamtibmas di Lampung Selatan

Fatayat NU Lampung Rumuskan Arah Baru Pemberdayaan Perempuan di Usia ke-75, Pesawaran Jadi Tuan Rumah Penuh Makna

Fatayat NU Lampung Rumuskan Arah Baru Pemberdayaan Perempuan di Usia ke-75, Pesawaran Jadi Tuan Rumah Penuh Makna

Fatayat NU Lampung Didorong Jadi Motor Perubahan: Sinergi Atasi Masalah IPM, UMKM, dan Perlindungan Perempuan

Fatayat NU Lampung Didorong Jadi Motor Perubahan: Sinergi Atasi Masalah IPM, UMKM, dan Perlindungan Perempuan

Bangga! Paskibra SMAN 2 Kalianda Raih Dua Piala di Garda Fair Sumbagsel 2025

Bangga! Paskibra SMAN 2 Kalianda Raih Dua Piala di Garda Fair Sumbagsel 2025

GEMA PUAN Tegaskan Dukungan Penuh pada TNI dalam Pengamanan Kejaksaan untuk Perangi Korupsi

GEMA PUAN Tegaskan Dukungan Penuh pada TNI dalam Pengamanan Kejaksaan untuk Perangi Korupsi

banner 300250

Berita Terkini

  • 9 Pejabat Utama dan 4 Kapolres Berganti, Kapolda Lampung Gelar Upacara Serah Terima Jabatan
  • DPD PDI Perjuangan Sumut Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Rampas Kedaulatan Rakyat
  • Meilleurs conseils pour Roulette pour mobile
  • Casino Website Live Dealers Review
  • Murid SD Hentak Panggung Got Talent Lampung di Awal Tahun 2026
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In